GAMHAS Kecam PT. IWIP atas Lemahnya Keterbukaan Informasi dan Penerapan K3

- Jurnalis

Kamis, 18 Juli 2024 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MARASAI.iD – Organisasi Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) mengecam keras pihak perusahaan nikel, PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), yang dinilai lemah dalam keterbukaan informasi mengenai kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan tersebut.

Seperti yang diberitakan sejumlah media, pada Senin, 15 Juli 2024, diduga terjadi ledakan di smelter K dan L milik IWIP. Meski telah diberitakan, pihak perusahaan hingga kini belum memberikan klarifikasi atau keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.

“Peristiwa ini memperpanjang daftar kecelakaan kerja di IWIP dan menegaskan bahwa perusahaan tersebut tidak serius menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap para pekerja,” ujar Komite GAMHAS, Fahril Fokatea, pada Kamis, 18 Juli 2024.

Ia menjelaskan bahwa prinsip dasar K3 adalah kepedulian terhadap kondisi dan keselamatan pekerja. Dalam upaya menjaga K3, terdapat prinsip penting yang harus diterapkan di lingkungan kerja.

Baca Juga :  Hujan Deras Putuskan Jembatan Wai Bega, Empat Kecamatan Kehilangan Akses

“Keselamatan adalah tanggung jawab moral, bukan hanya kewajiban hukum. K3 adalah tanggung jawab manajemen untuk memastikan bahwa standar keselamatan dipatuhi dan diimplementasikan. Semua kecelakaan dapat dicegah melalui tindakan yang tepat dan upaya pencegahan, sehingga tidak ada kecelakaan yang harus diterima sebagai kejadian yang tak terelakkan,” paparnya.

Lemahnya penerapan K3 di lingkungan IWIP, kata Fahril, telah menyebabkan berbagai macam kecelakaan yang terjadi di perusahaan tersebut. “Mereka seperti tidak belajar dari kasus-kasus yang pernah terjadi sebelumnya,” tambahnya, mengingatkan tentang tabrakan beruntun pada tahun 2022 dan ledakan smelter pada tahun 2023 yang memakan empat korban jiwa. Dalam peristiwa tersebut, IWIP justru menutupi informasi kepada publik.

Selain risiko keselamatan, ledakan smelter ini juga menyebabkan pencemaran udara, menghasilkan partikel berbahaya yang berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan bagi masyarakat sekitar. “Getaran dan suara dari ledakan tersebut juga dapat menyebabkan stres dan gangguan kesehatan lainnya, sehingga penting bagi masyarakat setempat untuk mengetahui informasi tersebut,” ungkap Fahril.

Baca Juga :  Gunung Ibu Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Capai 1.000 Meter

Untuk itu, GAMHAS mengecam keras sikap IWIP atas ketidakterbukaan informasi ledakan smelter ke publik dan lemahnya penerapan prinsip K3. “Kami menuntut segera dihentikannya aktivitas smelter, secepatnya membuka informasi ke publik dan lemahnya penerapan prinsip K3.

“Selain itu, kami juga menuntut segera menghentikan aktivitas smelter. Secepatnya membuka informasi ke publik. Menguatkan penerapan prinsip K3,” katanya.

Pihaknya juga mendesak pemerintah daerah dan pusat untuk mengevaluasi dan menindak tegas perusahaan yang melakukan pelanggaran lingkungan.

“Dan meninjau kembali izin operasi IWIP dan memastikan segala kegiatan industri memenuhi aturan yang berlaku,” pungkas Fahril.

Berita Terkait

Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat
Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan
PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak
Kasus Korupsi Proyek “Welcome to Halbar” Seret Nama Mantan Calon Wali Kota Ternate hingga Mantan Suami Artis
Tim Patroli Gabungan Temukan Kayu Ilegal di Halmahera Timur
Gaji 2 Bulan Belum Dibayar, 570 Pegawai PPPK Dikbud Malut Ancam Mogok Kerja
Ratusan PPPK Dikbud Malut Belum Terima Gaji Dua Bulan, Kinerja Bendahara Dipertanyakan
Berita ini 159 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:50 WIB

Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:59 WIB

Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:04 WIB

Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:38 WIB

PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:59 WIB

Kasus Korupsi Proyek “Welcome to Halbar” Seret Nama Mantan Calon Wali Kota Ternate hingga Mantan Suami Artis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 13:53 WIB

Tim Patroli Gabungan Temukan Kayu Ilegal di Halmahera Timur

Selasa, 14 Oktober 2025 - 12:40 WIB

Gaji 2 Bulan Belum Dibayar, 570 Pegawai PPPK Dikbud Malut Ancam Mogok Kerja

Kamis, 9 Oktober 2025 - 20:23 WIB

Ratusan PPPK Dikbud Malut Belum Terima Gaji Dua Bulan, Kinerja Bendahara Dipertanyakan

Berita Terbaru

Rapat panitia Mubes FIP yang berlangsung di Kafe Pathra Space, Desa Galala, Jumat (16/1/2026).

SOFIFI

Mubes IKA FIP Unibrah Digelar 31 Januari 2026

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:48 WIB

Kegiatan easy run perdana oleh komunitas Sofifi Runners di seputaran jalan 40 Sofifi. (Foto: Ijal Shuttercom/Discover Sofifi)

GOR

Sofifi Runners Resmi Terbentuk, Perdana Gelar Easy Run

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:28 WIB