PICA–PIICA PUPR Maluku Utara, Inovasi Digital untuk Perkuat Pemeliharaan Pantai dan Sungai

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Syukri M. Nur, Reformer PICA–PIICA bersama tim

Syukri M. Nur, Reformer PICA–PIICA bersama tim

SOFIFI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara melalui Bidang Sumber Daya Air terus mendorong transformasi digital dalam tata kelola infrastruktur sumber daya air. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui inovasi PICA–PIICA (Program Indeks Capaian Pemeliharaan Pantai–Sungai Cerdas dan Akuntabel).

Inovasi ini dirancang untuk memperkuat pengelolaan data, monitoring, pelaporan hingga evaluasi kondisi Bangunan Pengaman Pantai dan Sungai (BPPS) secara lebih terintegrasi, terukur dan akuntabel.

Pengembangan PICA–PIICA berangkat dari sejumlah persoalan dalam pengelolaan pemeliharaan infrastruktur pantai dan sungai. Di antaranya belum adanya sistem pengukuran capaian pemeliharaan yang terstandar, data kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya terintegrasi, serta proses monitoring dan evaluasi yang masih membutuhkan konsolidasi.

Padahal, ketersediaan data yang akurat, lengkap dan mudah ditelusuri menjadi faktor penting dalam menentukan kebutuhan penanganan, menyusun prioritas pemeliharaan hingga mendukung pengambilan keputusan.

Reformer PICA–PIICA, Syukri M. Nur, mengatakan inovasi tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mendigitalisasi proses kerja, tetapi memastikan data lapangan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan.

“PICA–PIICA kami hadirkan sebagai upaya untuk mengubah pola pengelolaan pemeliharaan yang sebelumnya masih menghadapi keterbatasan dalam integrasi data menjadi proses yang lebih terstruktur, terukur dan berbasis informasi lapangan. Intinya bukan hanya digitalisasi, tetapi bagaimana data tersebut dapat digunakan untuk mendukung monitoring dan pengambilan keputusan yang lebih tepat,” kata Syukri.

Menurutnya, proses penciptaan PICA–PIICA diawali dengan identifikasi berbagai persoalan dalam pengelolaan pemeliharaan pantai dan sungai. Persoalan tersebut kemudian dianalisis untuk menemukan akar masalah sekaligus merumuskan kebutuhan perubahan.

Baca Juga :  Forum Kepala Daerah Malut, Pemprov Sepakati Fokus APBD 2026 untuk Jalan Payahe–Dehepodo di Tidore

Dari proses tersebut, lahir gagasan untuk membangun sistem pengelolaan pemeliharaan yang mampu mengintegrasikan data kondisi infrastruktur, dokumentasi lapangan, lokasi, hasil monitoring, temuan ketidaksesuaian serta tindak lanjut penanganan.

“Kami ingin data lapangan tidak berhenti sebagai dokumentasi. Data tersebut harus dapat diolah menjadi informasi yang memiliki nilai untuk menentukan kondisi, melihat kebutuhan penanganan, menentukan prioritas dan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pemeliharaan,” ujarnya.

PICA–PIICA mendukung proses pengumpulan data kondisi infrastruktur di lapangan yang dilengkapi dokumentasi visual, informasi kondisi, tingkat kerusakan serta geolokasi.

Inovasi ini juga membedakan pencatatan PICA sebagai temuan ketidaksesuaian dan PIICA sebagai tindak lanjut penanganan. Dengan mekanisme tersebut, setiap persoalan yang ditemukan di lapangan dapat ditelusuri hingga proses penanganannya.

Data yang terkumpul kemudian dapat digunakan dalam proses monitoring dan evaluasi sekaligus menjadi bahan penyusunan Indeks Capaian Pemeliharaan Pantai dan Sungai (ICPPS).

Syukri mengatakan, sistem tersebut diharapkan dapat menjadi alat bantu bersama bagi jajaran teknis maupun pimpinan dalam mengelola infrastruktur sumber daya air.

“PICA–PIICA kami harapkan dapat menjadi alat bantu bersama. ASN teknis dan operator memiliki standar kerja yang lebih jelas, sementara pimpinan dan stakeholder memperoleh informasi yang lebih mudah digunakan dalam proses koordinasi, evaluasi dan perencanaan,” jelasnya.

Dari sisi organisasi, inovasi ini memberikan manfaat bagi Bidang Sumber Daya Air dalam mendukung inventarisasi, monitoring dan pelaporan kondisi infrastruktur secara lebih sistematis.

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama RTLH di Oba Utara, Upaya Wujudkan Keluarga Sehat dan Berkualitas

Bagi ASN teknis dan operator, PICA–PIICA mendorong peningkatan kompetensi dalam proses pengumpulan, pengelolaan, validasi dan pelaporan data berbasis digital.

Sementara bagi pimpinan dan stakeholder, informasi yang lebih terstruktur diharapkan dapat memperkuat koordinasi, evaluasi, perencanaan program serta penentuan prioritas pemeliharaan infrastruktur pantai dan sungai.

Syukri menegaskan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari peluncurannya, tetapi dari sejauh mana sistem tersebut benar-benar digunakan dan memberikan dampak terhadap proses kerja.

“Ukuran keberhasilan inovasi bukan hanya pada saat inovasi diluncurkan, tetapi bagaimana inovasi tersebut terus digunakan, diperbaiki dan memberikan manfaat dalam proses kerja. Karena itu, PICA–PIICA akan terus kami dorong agar menjadi bagian dari tata kelola pemeliharaan pantai dan sungai di Bidang Sumber Daya Air,” tegasnya.

Pengembangan PICA–PIICA menjadi bagian dari upaya Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara dalam mendorong transformasi digital sekaligus memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Melalui integrasi data, dokumentasi, geolokasi, monitoring, PICA, PIICA dan dashboard, inovasi tersebut diarahkan untuk menciptakan sistem pemeliharaan infrastruktur yang lebih cerdas, terukur, transparan dan akuntabel.

Ke depan, PICA–PIICA akan terus dikembangkan melalui pemutakhiran data, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan standar operasional prosedur (SOP), uji coba pada lokasi prioritas serta pengembangan ICPPS berbasis data aplikasi.

Berita Terkait

KKSS Tidore Meriahkan Karnaval Budaya Kieraha, Tegaskan Komitmen untuk Maluku Utara
Kuliah Tamu di Unibrah, Vidson Toory Dorong Mahasiswa Berani Bicara dan Beri Dampak
Unibrah Perkuat Gerakan Kampus Aman, Satgas PPK Rangkul BEM dan HMJ
Buka Kampanye FKUB Malut, Wagub Sarbin Ajak Generasi Muda Rawat Kemajemukan
Wagub Malut Sambut Pansus DPR RI dan Timja DPD RI, Tegaskan RUU Kepulauan Sudah Dirindukan Puluhan Tahun
RUU Kepulauan Dibedah di Ternate, DKP Tagih Keadilan Ekologi dan Daerah Minta Dana Tambah Bukan Pindah
Unibrah Gandeng Badan Bahasa Kemendikdasmen, Perkuat Pengembangan Bahasa dan Sastra
Polda Malut: Pembunuh Ali Daud Bukan Warga Sibenpopo, Pelaku Diduga Kelompok Nomaden
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Kuliah Tamu di Unibrah, Vidson Toory Dorong Mahasiswa Berani Bicara dan Beri Dampak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Unibrah Perkuat Gerakan Kampus Aman, Satgas PPK Rangkul BEM dan HMJ

Rabu, 30 September 2026 - 22:33 WIB

Buka Kampanye FKUB Malut, Wagub Sarbin Ajak Generasi Muda Rawat Kemajemukan

Rabu, 30 September 2026 - 22:31 WIB

Wagub Malut Sambut Pansus DPR RI dan Timja DPD RI, Tegaskan RUU Kepulauan Sudah Dirindukan Puluhan Tahun

Rabu, 30 September 2026 - 22:29 WIB

RUU Kepulauan Dibedah di Ternate, DKP Tagih Keadilan Ekologi dan Daerah Minta Dana Tambah Bukan Pindah

Selasa, 29 September 2026 - 18:24 WIB

Unibrah Gandeng Badan Bahasa Kemendikdasmen, Perkuat Pengembangan Bahasa dan Sastra

Jumat, 25 September 2026 - 08:44 WIB

Polda Malut: Pembunuh Ali Daud Bukan Warga Sibenpopo, Pelaku Diduga Kelompok Nomaden

Kamis, 24 September 2026 - 22:58 WIB

Kapolda Malut Ajak Warga Sibenpopo dan Banemo Jaga Persaudaraan, Percayakan Proses Hukum

Berita Terbaru