Ketua DPRD Tidore Dukung Bahasa Tidore Masuk Kurikulum, Dinilai Penting Jaga Identitas Daerah

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE — Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ade Kama, mendukung langkah Dinas Pendidikan yang menerapkan Bahasa Tidore dalam kurikulum pembelajaran di sekolah-sekolah sebagai upaya melestarikan identitas budaya daerah.

Menurut Ade, Bahasa Tidore merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya, terutama di kalangan generasi muda.

Ia menilai penggunaan Bahasa Tidore dalam kehidupan sehari-hari mulai berkurang dan semakin jarang digunakan oleh anak usia sekolah. Karena itu, kebijakan menjadikan Bahasa Tidore sebagai muatan lokal dinilai sangat tepat.

“Kami berharap Bahasa Tidore harus diketahui oleh seluruh generasi Tidore. Fakta saat ini hampir 50 persen anak usia sekolah tidak lagi mengetahui Bahasa Tidore. Karena itu, Bahasa Tidore dimasukkan sebagai kurikulum di sekolah merupakan langkah yang sangat baik dan DPRD pada prinsipnya mendukung kebijakan tersebut,” kata Ade Kama.

Selain penerapan di lingkungan sekolah, Ade juga mengapresiasi rencana Pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang akan menetapkan hari tertentu sebagai hari penggunaan Bahasa Tidore.

Baca Juga :  Pemkot Tidore Dukung Penuh Kajian Bahasa Daerah Tidore

Menurut dia, pelestarian Bahasa Tidore tidak cukup hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga harus menjadi bagian dari aktivitas pemerintahan dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Itu jauh lebih penting jika Bahasa Tidore dijadikan bahasa wajib yang diterapkan di setiap instansi dalam satu hari kerja. Jadi tidak hanya di sekolah, tetapi juga dalam aktivitas masyarakat Kota Tidore Kepulauan, termasuk bagi ASN,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Jamil Hadi, mengatakan Bahasa Tidore telah dimasukkan sebagai muatan lokal di sekolah dasar sejak beberapa tahun terakhir.

“Bahasa daerah sudah dimasukkan sebagai muatan lokal di sekolah dan dasar hukumnya juga sudah ada melalui peraturan wali kota,” kata Jamil, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini mata pelajaran Bahasa Tidore baru diterapkan bagi siswa kelas IV sekolah dasar di seluruh wilayah Kota Tidore Kepulauan.

Baca Juga :  Revitalisasi Nilai Lokal Kie Se Kolano, Generasi Muda Diajak Kembali ke Akar Budaya

“Sejak tahun lalu sudah diterapkan, tetapi baru untuk satu jenjang kelas, yakni kelas IV,” ujarnya.

Namun pada tahun ajaran baru mendatang, Dinas Pendidikan berencana memperluas penerapan Bahasa Tidore untuk seluruh jenjang sekolah dasar, mulai kelas I hingga kelas VI.

“Rencananya pada tahun ajaran baru nanti akan kami tingkatkan, dari sebelumnya hanya satu kelas menjadi seluruh kelas, mulai kelas I sampai kelas VI,” kata Jamil.

Meski demikian, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan tenaga pengajar yang memiliki kemampuan dan pemahaman baik terhadap Bahasa Tidore.

“Ada kendala, salah satunya tenaga pengajar. Guru harus benar-benar memahami Bahasa Tidore. Itu menjadi tantangan kami dan perlahan akan kami benahi,” ujar Jamil.(*)

Berita Terkait

Sanggar Ana Nopa Lida Yai Hidupkan Tradisi Salay, Jaga Identitas Budaya Sula
KKSS Tidore Meriahkan Karnaval Budaya Kieraha, Tegaskan Komitmen untuk Maluku Utara
Revitalisasi Nilai Lokal Kie Se Kolano, Generasi Muda Diajak Kembali ke Akar Budaya
Warga Patungan Rp10 Juta untuk Buka Jalan Tani di Mafututu
Jauh dari Kota, Dekat dengan Indonesia: Tiga Pemuda Tobelo Dalam Kibarkan Merah Putih di Pedalaman Halmahera
Puncak Semarak HUT RI Ke-81, BPD KKSS dan PD IWSS Tidore Kepulauan Pererat Silaturahmi
Gubernur Sherly Hadiri Renungan Suci di TMP Banau
Meriam Portugis dan Rumah Gubernur Pertama Irian Barat Jadi Cagar Budaya Nasional
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Sanggar Ana Nopa Lida Yai Hidupkan Tradisi Salay, Jaga Identitas Budaya Sula

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:00 WIB

KKSS Tidore Meriahkan Karnaval Budaya Kieraha, Tegaskan Komitmen untuk Maluku Utara

Senin, 21 September 2026 - 19:03 WIB

Revitalisasi Nilai Lokal Kie Se Kolano, Generasi Muda Diajak Kembali ke Akar Budaya

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Warga Patungan Rp10 Juta untuk Buka Jalan Tani di Mafututu

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Jauh dari Kota, Dekat dengan Indonesia: Tiga Pemuda Tobelo Dalam Kibarkan Merah Putih di Pedalaman Halmahera

Senin, 17 Agustus 2026 - 05:09 WIB

Puncak Semarak HUT RI Ke-81, BPD KKSS dan PD IWSS Tidore Kepulauan Pererat Silaturahmi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Gubernur Sherly Hadiri Renungan Suci di TMP Banau

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:55 WIB

Meriam Portugis dan Rumah Gubernur Pertama Irian Barat Jadi Cagar Budaya Nasional

Berita Terbaru