Di Antara Nada dan Merah Putih: Empat Suara dari Malut Menuju Istana

- Jurnalis

Rabu, 25 Juni 2025 - 00:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dikbud Malut, Abubakar Abdullah bersama 4 peserta terpilih dan para juri.

Kepala Dikbud Malut, Abubakar Abdullah bersama 4 peserta terpilih dan para juri.

SOFIFI – Panggung itu kecil. Hanya berukuran beberapa meter, di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara. Tapi dari panggung inilah, empat suara lahir membawa nama Maluku Utara menuju jantung republik: Istana Merdeka.

Empat nama yang tak lagi hanya milik keluarga mereka, tapi kini jadi bagian dari cerita Indonesia: Grefanni Jein D. Jaul (sopran), Aprilia A.G. Manelo (alto),
Rifaldi Badjo (tenor), danErwin Kaumur (bas).

Mereka tak sekadar terpilih — mereka dipercaya. Untuk menjadi bagian dari Gita Bahana Nusantara (GBN) 2025, paduan suara nasional yang akan mengisi perayaan Hari Ulang Tahun RI ke-80, pada 17 Agustus mendatang.

Audisi tingkat provinsi ditutup Selasa sore (24/6) di Sofifi. Empat orang, dari 25 peserta muda, akhirnya diumumkan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut, Abubakar Abdullah, naik ke podium dan menyampaikan hal penting: nada dan harmoni.

“Seleksi ini tidak ada titipan, tak ada dorongan di belakang layar. Anak-anak ini berdiri karena kualitas, bukan karena koneksi,” katanya, tenang tapi tegas.

Baca Juga :  Pemprov Malut Jajaki Kerja Sama Antar Daerah dengan Pemkot Makassar untuk Pengendalian Inflasi

Tapi lebih dari itu, audisi ini bukan tentang siapa yang paling keras bernyanyi. Ini tentang siapa yang mampu menjaga nada, menyatu dalam harmoni, dan tetap tegak di bawah tekanan.

“Semua peserta yang hadir disini patut diapresiasi, semuanya hebat. Dalam hal ini saya ingatkan tentang menjaga amanah dan harmoni. Tidak hanya pada nada tapi juga harmoni dalam kehidupan sehari-hari ditengah keberagaman,” ucapnya.

Gita Bahana Nusantara bukan ajang baru. Sudah dua dekade lebih, program ini melatih ratusan anak muda dari seluruh penjuru negeri. Tapi setiap tahun, selalu ada darah baru, cerita baru, semangat baru.

Sukanty Sidharta, juri dari Kementerian Kebudayaan RI yang ikut menilai seleksi di Malut, menyebutkan bahwa GBN bukan sekadar program vokal.

“Kami mencari yang bisa bernyanyi, tapi juga yang bisa belajar hidup bersama, menghormati perbedaan, dan mencintai tanah air.”

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran, Cabdin Taliabu Tugasi Pegawai Hadiri Rekonsiliasi Keuangan di Sofifi

Di Jakarta nanti, mereka akan menjalani karantina penuh dari 1 hingga 19 Agustus. Pelatihan intensif, disiplin ala militer, dan latihan vokal hingga sembilan jam sehari bukan hal yang mudah. Lagu-lagu datang nyaris setiap hari. Tidak ada ruang untuk lengah.

Keempat peserta Maluku Utara akan memulai babak baru — dari pelatihan daring 21–25 Juli, konser publik di Kota Tua Jakarta pada 9 Agustus, hingga puncaknya di hadapan Presiden.

Pemerintah Provinsi Malut melalui Dikbud akan menanggung seluruh biaya keberangkatan mereka. Sementara kebutuhan selama karantina — makan, penginapan, bahkan uang saku — telah disiapkan oleh pemerintah pusat.

Maluku Utara bukan nama baru dalam Gita Bahana Nusantara. Pernah ada yang tampil solo di Sidang MPR. “Perwakilan Maluku Utara selama ini bukan cukup tapi sangat memuaskan,” puji Sukanty.

Berita Terkait

Balai Bahasa Maluku Utara dan Fakultas Pendidikan Unibrah Teken PKS, Perkuat Literasi dan Pelestarian Bahasa
RSUD Tidore Lakukan Operasi Bibir Sumbing Perdana, Akses Layanan Bedah Kini Lebih Dekat
Dari Kampus ke Industri Kreatif, Mahasiswa UNIBRAH Antusias Serap Ilmu Ekonomi Kreatif dari Direktur Musik Ekraf
Pejuang Digital Hadir di Halmahera Utara, Dorong Literasi dan Numerasi Digital Sekolah
Harita Nickel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa 7,6 SR di Ternate, Fokus ke Batang Dua
Semangati Hari Pertama Sekolah, Balai Bahasa Malut Kolaborasi dengan SD Negeri Sofifi
Ratusan Warga Bukulasa Ikuti Pawai Obor “Nyala Ela-Ela” yang Digelar IPPB
Satgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat Kie Raha 2026 Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas di Sofifi
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 17:42 WIB

Balai Bahasa Maluku Utara dan Fakultas Pendidikan Unibrah Teken PKS, Perkuat Literasi dan Pelestarian Bahasa

Sabtu, 11 April 2026 - 20:23 WIB

RSUD Tidore Lakukan Operasi Bibir Sumbing Perdana, Akses Layanan Bedah Kini Lebih Dekat

Jumat, 10 April 2026 - 19:52 WIB

Dari Kampus ke Industri Kreatif, Mahasiswa UNIBRAH Antusias Serap Ilmu Ekonomi Kreatif dari Direktur Musik Ekraf

Selasa, 7 April 2026 - 15:22 WIB

Pejuang Digital Hadir di Halmahera Utara, Dorong Literasi dan Numerasi Digital Sekolah

Minggu, 5 April 2026 - 16:08 WIB

Harita Nickel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa 7,6 SR di Ternate, Fokus ke Batang Dua

Senin, 30 Maret 2026 - 16:21 WIB

Semangati Hari Pertama Sekolah, Balai Bahasa Malut Kolaborasi dengan SD Negeri Sofifi

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:48 WIB

Ratusan Warga Bukulasa Ikuti Pawai Obor “Nyala Ela-Ela” yang Digelar IPPB

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:28 WIB

Satgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat Kie Raha 2026 Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas di Sofifi

Berita Terbaru