MARASAI.iD – PT Trimegah Bangun Persada Tbk atau Harita Nickel terus berkomitmen meningkatkan ekonomi masyarakat lokal, terutama kelompok perempuan di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), perusahaan ini telah meluncurkan berbagai inisiatif yang fokus pada pemberdayaan perempuan lokal melalui pendampingan kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Salah satu inisiatif terbaru adalah pembentukan kelompok dampingan bernama Propala (Produk Unggulan Olahan Rempah Maluku Utara).
Kelompok ini difokuskan pada pengolahan rempah khas Maluku Utara, yaitu buah pala, menjadi berbagai produk olahan seperti sirup, air guraka, dodol, dan manisan. Inisiatif ini diikuti oleh sedikitnya 30 perempuan yang kini telah menempati permukiman baru, dengan tujuan utama untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Head of External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, menyatakan bahwa perusahaan selalu membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk mengembangkan potensi ekonomi melalui berbagai kegiatan.
Dengan tenaga kerja yang mencapai lebih dari 20 ribu orang, belum termasuk kontraktor, Latif melihat ini sebagai peluang besar bagi masyarakat sekitar untuk menjalankan usaha.
“Tiga bulan lalu, kami meluncurkan Kafe Prosa di Desa Kawasi, sebuah usaha kuliner yang dikelola oleh kelompok ibu-ibu setempat. Baru-baru ini, kami juga melatih kelompok baru untuk mengolah buah pala menjadi produk bernilai tambah,” ungkap Latif.
Kafe Prosa, yang diluncurkan di unit usaha Harita Nickel, PT Halmahera Jaya Feronikel, menjual berbagai makanan dan minuman yang diolah oleh para karyawan. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga memberdayakan perempuan setempat untuk lebih mandiri.
Lebih lanjut, Latif menjelaskan bahwa pendirian Propala dan Kafe Prosa menambah daftar kelompok binaan Harita Nickel yang fokus pada pemberdayaan perempuan.
Sebelumnya, perusahaan ini juga telah sukses membidani pendirian Hopmart dan Nyala Kafe, yang melibatkan 31 anggota dari kelompok Obi Snack dengan omzet harian mencapai Rp15 juta.
Sani Melilan Tuta, salah satu anggota yang mengelola Kafe Prosa, menyampaikan bahwa kehadiran Harita Nickel telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat lokal.
“Omzet kami per bulan mencapai Rp90 juta hingga Rp105 juta. Ini sangat membantu perekonomian keluarga kami,” ujar Sani.
Sementara itu, Fauzia, anggota kelompok Propala, mengungkapkan rasa syukurnya bisa mengikuti pelatihan pengolahan buah pala yang diselenggarakan oleh Harita Nickel.
“Dulu, buah pala hanya diambil bijihnya. Sekarang, dengan berbagai olahan yang kami buat, produk ini bisa lebih bernilai dan mendatangkan penghasilan tambahan,” katanya.
Inisiatif Harita Nickel ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya perempuan di Pulau Obi, sehingga mereka bisa berperan lebih aktif dalam perekonomian lokal.






