Harita Nickel Berdayakan Perempuan Lokal di Pulau Obi Melalui Inisiatif UMKM dan Pengolahan Rempah

- Jurnalis

Jumat, 30 Agustus 2024 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Ibu-ibu kelompok dampingan Harita Nickel di Desa Kawasi antusias mengikuti pelatihan pengolahan produk turunan buah pala hingga siap kemas untuk dipasarkan.

Ibu-ibu kelompok dampingan Harita Nickel di Desa Kawasi antusias mengikuti pelatihan pengolahan produk turunan buah pala hingga siap kemas untuk dipasarkan.

MARASAI.iD – PT Trimegah Bangun Persada Tbk atau Harita Nickel terus berkomitmen meningkatkan ekonomi masyarakat lokal, terutama kelompok perempuan di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), perusahaan ini telah meluncurkan berbagai inisiatif yang fokus pada pemberdayaan perempuan lokal melalui pendampingan kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Salah satu inisiatif terbaru adalah pembentukan kelompok dampingan bernama Propala (Produk Unggulan Olahan Rempah Maluku Utara).

Kelompok ini difokuskan pada pengolahan rempah khas Maluku Utara, yaitu buah pala, menjadi berbagai produk olahan seperti sirup, air guraka, dodol, dan manisan. Inisiatif ini diikuti oleh sedikitnya 30 perempuan yang kini telah menempati permukiman baru, dengan tujuan utama untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Head of External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, menyatakan bahwa perusahaan selalu membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk mengembangkan potensi ekonomi melalui berbagai kegiatan.

Baca Juga :  Di Antara Nada dan Merah Putih: Empat Suara dari Malut Menuju Istana

Dengan tenaga kerja yang mencapai lebih dari 20 ribu orang, belum termasuk kontraktor, Latif melihat ini sebagai peluang besar bagi masyarakat sekitar untuk menjalankan usaha.

“Tiga bulan lalu, kami meluncurkan Kafe Prosa di Desa Kawasi, sebuah usaha kuliner yang dikelola oleh kelompok ibu-ibu setempat. Baru-baru ini, kami juga melatih kelompok baru untuk mengolah buah pala menjadi produk bernilai tambah,” ungkap Latif.

Kafe Prosa, yang diluncurkan di unit usaha Harita Nickel, PT Halmahera Jaya Feronikel, menjual berbagai makanan dan minuman yang diolah oleh para karyawan. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga memberdayakan perempuan setempat untuk lebih mandiri.

Lebih lanjut, Latif menjelaskan bahwa pendirian Propala dan Kafe Prosa menambah daftar kelompok binaan Harita Nickel yang fokus pada pemberdayaan perempuan.

Sebelumnya, perusahaan ini juga telah sukses membidani pendirian Hopmart dan Nyala Kafe, yang melibatkan 31 anggota dari kelompok Obi Snack dengan omzet harian mencapai Rp15 juta.

Baca Juga :  Pertebal Taqwa, Perkuat Iman: Warga ASN III Gelar Khataman Quran dan Musyawarah Lingkungan

Sani Melilan Tuta, salah satu anggota yang mengelola Kafe Prosa, menyampaikan bahwa kehadiran Harita Nickel telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat lokal.

“Omzet kami per bulan mencapai Rp90 juta hingga Rp105 juta. Ini sangat membantu perekonomian keluarga kami,” ujar Sani.

Sementara itu, Fauzia, anggota kelompok Propala, mengungkapkan rasa syukurnya bisa mengikuti pelatihan pengolahan buah pala yang diselenggarakan oleh Harita Nickel.

“Dulu, buah pala hanya diambil bijihnya. Sekarang, dengan berbagai olahan yang kami buat, produk ini bisa lebih bernilai dan mendatangkan penghasilan tambahan,” katanya.

Inisiatif Harita Nickel ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya perempuan di Pulau Obi, sehingga mereka bisa berperan lebih aktif dalam perekonomian lokal.

Berita Terkait

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis
Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat
Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar
Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah
Pegawai Apresiasi Keterbukaan, Dikbud Malut Kick Off Program 2026 dengan Anggaran Rp783 Miliar
Kelola Rp783 Miliar, Dikbud Malut Tancap Gas Program 2026, Fokus Akses Sekolah dan Tekan Putus Sekolah
Balai Bahasa Maluku Utara Susun Modul Pembelajaran Bahasa Taliabu
Balai Bahasa Malut dan Pemkab Pulau Taliabu Perkuat Revitalisasi Bahasa Daerah
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48 WIB

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis

Jumat, 6 Februari 2026 - 02:18 WIB

Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:17 WIB

Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:57 WIB

Pegawai Apresiasi Keterbukaan, Dikbud Malut Kick Off Program 2026 dengan Anggaran Rp783 Miliar

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:46 WIB

Kelola Rp783 Miliar, Dikbud Malut Tancap Gas Program 2026, Fokus Akses Sekolah dan Tekan Putus Sekolah

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:47 WIB

Balai Bahasa Maluku Utara Susun Modul Pembelajaran Bahasa Taliabu

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:15 WIB

Balai Bahasa Malut dan Pemkab Pulau Taliabu Perkuat Revitalisasi Bahasa Daerah

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:04 WIB

Gelar DKT, Balai Bahasa Malut Susun Modul Pembelajaran Bahasa Sawai di Halteng

Berita Terbaru