TIDORE – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Cobodoe kembali terlihat pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Tahun ini, Masjid Al-Istiqamah Cobodoe berhasil menyembelih sebanyak 15 ekor sapi kurban, jumlah terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan kurban di kampung tersebut.
Menariknya, belasan hewan kurban itu bukan berasal dari bantuan pemerintah maupun donatur besar, melainkan hasil arisan kurban dan swadaya keluarga-keluarga di Cobodoe.
Pemotongan hewan kurban yang berlangsung di samping Masjid Al-Istiqamah tersebut berjalan lancar dan disaksikan langsung oleh masyarakat setempat.
Ketua Badan Ta’mir Masjid Al-Istiqamah Cobodoe, Samsudin Bajang, S.Ag menjelaskan, dari total 15 ekor sapi, empat ekor berasal dari kelompok arisan kurban yang dibentuk oleh Badan Ta’mir Masjid. Sementara 11 ekor lainnya berasal dari kelompok keluarga yang secara mandiri membentuk arisan kurban sebelum kemudian dikelola bersama oleh pihak Ta’mir.
Menurutnya, sistem arisan kurban menjadi salah satu kunci meningkatnya jumlah hewan kurban setiap tahun di Cobodoe.
“Semoga ke depan semakin banyak kelompok arisan kurban yang dibentuk di luar Ta’mir Masjid sebagai bentuk keyakinan terhadap kekuatan ibadah sosial melalui kurban,” ujar Samsudin.
Hal senada disampaikan Imam Masjid Al-Istiqamah Cobodoe, Hi. Husen Haji. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menghadirkan 15 ekor sapi kurban merupakan hasil kekompakan masyarakat.
“Ini bukan bantuan dari siapa pun, tetapi hasil arisan tujuh orang satu sapi dan keluarga yang berkurban sehingga bisa terkumpul sebanyak ini. Mudah-mudahan Cobodoe bisa menjadi contoh bagi kampung lain,” katanya.
Ia juga menyebut, seluruh daging kurban dibagikan secara merata kepada masyarakat yang berhak menerima, bahkan seluruh rumah di Cobodoe mendapatkan bagian tanpa terkecuali.
Sementara itu, Ketua Panitia Kurban, Ikbal Abdullah, S.Pd mengapresiasi semangat para panitia yang bekerja penuh keikhlasan meski tanpa imbalan.
“Semua bekerja dengan hati demi kebersamaan masyarakat. Alhamdulillah seluruh rumah di Cobodoe mendapat bagian daging kurban,” ungkapnya.
Keberhasilan masyarakat Cobodoe menghimpun 15 ekor sapi kurban menjadi bukti bahwa budaya gotong royong dan arisan sosial masih hidup dan mampu memperkuat kebersamaan umat di tengah masyarakat.







