Apresiasi Warga atas Langkah Pemerintah dalam Pembebasan Lahan
Oleh : Oemar Noerdin ( Pemilik Lahan )
Pembangunan selalu menghadirkan dua hal sekaligus: harapan dan kegelisahan. Harapan akan kemajuan, tetapi juga kegelisahan bagi sebagian warga yang lahannya harus dilepaskan demi kepentingan yang lebih luas. Saya termasuk salah satu warga yang lahannya baru saja dibebaskan oleh Pemerintah Provinsi untuk mendukung pembangunan di daerah kami.
Sebagai pemilik lahan, saya memandang pembebasan ini bukan semata urusan jual beli tanah, melainkan bagian dari ikhtiar negara menghadirkan kemajuan yang merata. Karena itu, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi, khususnya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), yang telah memilih wilayah kami sebagai lokasi pembangunan.
Dalam proses pembebasan lahan, saya melihat adanya upaya serius pemerintah untuk menjalankan tahapan sesuai ketentuan yang berlaku. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya administratif, tetapi juga komunikatif, dengan menghargai posisi masyarakat sebagai pihak yang haknya harus dilindungi. Proses pembayaran yang berjalan menunjukkan bahwa negara tidak sekadar mengambil, tetapi juga bertanggung jawab.
Pembangunan membutuhkan kepercayaan. Jika setiap langkah pemerintah selalu dicurigai tanpa dasar yang kuat, maka yang terhambat bukan hanya proyek, tetapi juga harapan masyarakat akan masa depan yang lebih baik. Kita tentu tidak ingin pembangunan di kampung sendiri terhenti hanya karena perdebatan yang tidak substansial.
Saya percaya bahwa kemajuan daerah tidak akan tercapai tanpa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ketika pemerintah bekerja sesuai aturan dan masyarakat bersedia membuka ruang dialog, maka pembangunan dapat berjalan dengan sehat dan berkeadilan.
Harapan saya sederhana : pembangunan yang akan dilaksanakan di atas lahan tersebut benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, meningkatkan akses dan kesejahteraan, serta menjadi bukti bahwa pengorbanan warga tidak sia-sia. Pada akhirnya, pembangunan bukan tentang siapa yang paling keras bersuara, tetapi siapa yang paling tulus memikirkan masa depan daerahnya.








