Oleh: Hamdan Hasan, M. Ag,
إِنَّاۤ أَعۡطَیۡنَـٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ﴾ ﴿فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ﴾ ﴿إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ﴾
sesungguhnya kami telah memberimu nikmat yg banyak. Maka shalatlah ikhlas karena Allah dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yg membencimu dialah yg terputus.
1. Tafsi Ayat Menurut Ibnu Katsir.
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
Maksud ayat di atas adalah Menurut Ibnu Katsir, ini mencakup sungai di surga, ilmu, nubuwah, umat yang banyak, dan nikmat dunia-akhirat.
Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits shahih bahwa al-Kawthar adalah sungai di surga yang diberikan khusus kepadanya.
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Allah memerintahkan Nabi agar Shalat ikhlas hanya untuk Alla dan menyembelih kurban sebagai bentuk syukur atas nikmat besar. Ini adalah pelajaran tauhid dan ibadah.
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
Musuh Nabi (seperti Al-‘Āṣ bin Wā’il) menyebut Nabi “abtar” (terputus nasab karena anak laki-lakinya wafat).
Namun, Allah membalikkan celaan itu: yang membenci Nabi-lah yang sesungguhnya terputus dari kebaikan dan rahmat Allah.
Sebab Turunnya Ayat
Salah satu orang Quraisy yang paling terkenal mencela Rasulullah ﷺ saat itu adalah Al-‘Āṣ ibn Wā’il as-Sahmī. Ia berkata tentang Nabi: Biarkan dia (Muhammad), dia adalah seorang yang terputus (abtar). Orang yang tidak punya keturunan laki-laki, sehingga tidak akan ada yang meneruskan namanya.
Ini diucapkan setelah wafatnya putra Nabi, yaitu Al-Qasim, kemudian disusul oleh putra lainnya, Abdullah. Karena itu, kaum musyrik mengejek Nabi seolah beliau kehilangan kehormatan dan pengaruh sosial.
Menurut beberapa riwayat yang sahih dan populer di kalangan ulama tafsir seperti Imam al-Suyuthi dan al-Wahidi, surat ini diturunkan sebagai penghiburan bagi Nabi Muhammad ﷺ, ketika beliau diejek dan dicaci oleh orang-orang musyrik.
Tafsiran dari Sisi Ilmu Kesehatan atau Kedokteran
إِنَّاۤ أَعۡطَیۡنَـٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ
- Kesehatan mental terbukti meningkat dengan rasa syukur.
- Al-Kawthar sebagai simbol nikmat mendorong rasa syukur.
- Riset psikologi menyatakan bahwa rasa syukur memperbaiki:
1. Kualitas tidur
2. Kesehatan jantung
3. Kesehatan mental dan suasana hati
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ
Shalat secara medis terbukti:
- Meningkatkan fleksibilitas otot dan persendian.
- Menstabilkan detak jantung dan pernapasan.
- Memberikan efek relaksasi dan mindfulness.
- Mengurangi tekanan darah dan stres
Penyembelihan yang sesuai syariat Islam:
- Menjamin kesehatan daging (darah dikeluarkan sempurna).
- Menghindari penyakit zoonosis (jika hewan sehat).
- Gizi dari daging kurban meningkatkan protein dan zat besi bagi yang kekurangan asupan, terutama masyarakat miskin.
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ
Orang yang membenci dan memutus hubungan sosial (seperti yang membenci Nabi) berisiko mengalami:
- Gangguan mental.
- depresi
- kemarahan kronis
- Kesepian sosial yang berbahaya bagi jantung dan imun
- isolasi sosial berdampak seperti merokok 15 batang sehari.






