Obor Lailatul Qadar Dinyalakan di Kedaton Tidore, Tradisi Tabe Guto Kembali Digelar

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 06:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE— Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman bersama Sultan Tidore Husain Syah menyalakan obor dalam prosesi Tabe Guto di halaman Kedaton Kesultanan Tidore, Minggu (15/3/2026), sebagai penanda dimulainya malam Lailatul Qadar 1447 Hijriah.

Prosesi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Jou Uci Sabea yang diawali dengan buka puasa bersama di Kedaton Kesultanan Tidore. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan shalat magrib berjamaah dan prosesi penyalaan obor Lailatul Qadar sebelum pelaksanaan shalat tarawih berjamaah.

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan yang digelar oleh Kesultanan Tidore tersebut sebagai bentuk menjaga dan merawat tradisi pada malam ela-ela atau malam Lailatul Qadar.

Baca Juga :  Direktur Pembangunan Indonesia Timur Bappenas Kunjungi Tidore, Bahas Pembangunan Kawasan Ibu Kota Sofifi

“Pemerintah Kota Tidore Kepulauan tentunya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak Kesultanan Tidore. Kegiatan ini sebagai wujud menjaga dan merawat tradisi di malam ela-ela atau Lailatul Qadar,” ujarnya.

Sementara itu, Sultan Tidore Husain Syah berharap para tamu undangan yang hadir dapat berpartisipasi dalam prosesi pembakaran obor sebagai tanda dimulainya malam Lailatul Qadar 1447 Hijriah.

Baca Juga :  KABATA, Perhelatan Syair dari Tidore

Menurutnya, peringatan malam Lailatul Qadar merupakan bagian dari nilai agama sekaligus tradisi yang telah lama dijalankan masyarakat Tidore.

“Mudah-mudahan kita semua dapat dipertemukan dengan malam yang lebih baik dari seribu bulan,” katanya.

Usai prosesi penyalaan obor, Wali Kota bersama Sultan Tidore dan para undangan kembali ke Kedaton untuk makan malam bersama sebelum melaksanakan shalat tarawih berjamaah di Masjid Kolano Kesultanan Tidore. (*)

Berita Terkait

Ketua DPRD Tidore Dukung Bahasa Tidore Masuk Kurikulum, Dinilai Penting Jaga Identitas Daerah
Festival Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara Jadi Ruang Pelestarian Budaya Tidore
Festival Sumkusu III Jadi Ruang Pelestarian Budaya Lokal di Tidore Kepulauan
Cegah Punah, Bahasa Tidore Akan Digunakan di Semua Instansi Pemerintah
Kolaborasi Rebab dan Gitar Hidupkan Promosi “Discovery The Natural Treasure Tidore & Ternate” di Jakarta
Promosikan “Harta Karun Nasional”, Wakil Wali Kota Ahmad Laiman Paparkan Potensi Wisata Tidore di Jakarta
Kartini Masa Kini di Tidore: Lomba Kebaya Nasional Jadi Ajang Inspirasi dan Pemberdayaan Perempuan
Festival Budaya Sumkusu III Resmi Dibuka, Dorong Pelestarian Budaya dan Solidaritas Warga
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:31 WIB

Ketua DPRD Tidore Dukung Bahasa Tidore Masuk Kurikulum, Dinilai Penting Jaga Identitas Daerah

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Festival Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara Jadi Ruang Pelestarian Budaya Tidore

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:19 WIB

Festival Sumkusu III Jadi Ruang Pelestarian Budaya Lokal di Tidore Kepulauan

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:43 WIB

Cegah Punah, Bahasa Tidore Akan Digunakan di Semua Instansi Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 - 17:50 WIB

Kolaborasi Rebab dan Gitar Hidupkan Promosi “Discovery The Natural Treasure Tidore & Ternate” di Jakarta

Selasa, 21 April 2026 - 19:20 WIB

Promosikan “Harta Karun Nasional”, Wakil Wali Kota Ahmad Laiman Paparkan Potensi Wisata Tidore di Jakarta

Selasa, 21 April 2026 - 08:14 WIB

Kartini Masa Kini di Tidore: Lomba Kebaya Nasional Jadi Ajang Inspirasi dan Pemberdayaan Perempuan

Minggu, 19 April 2026 - 07:10 WIB

Festival Budaya Sumkusu III Resmi Dibuka, Dorong Pelestarian Budaya dan Solidaritas Warga

Berita Terbaru