TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan. Hal ini ditandai dengan kunjungan Rektor Institute Teknologi Sains Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang, Prof. Arief Effendi, ke Tidore pada Rabu (23/7/2025), sebagai bentuk tindak lanjut atas nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot Tidore dan ITSK yang ditandatangani beberapa waktu lalu di Malang.
Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk nyata peningkatan kapasitas ASN, khususnya tenaga kesehatan.
“Kami ingin memastikan bahwa tenaga kesehatan di Kota Tidore benar-benar kompeten dan siap melayani masyarakat. Karena itu, kami sangat mendukung kerja sama dengan ITSK Malang agar ASN yang ingin melanjutkan ke jenjang profesi bisa difasilitasi,” ujar Sinen.
Ia menekankan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Dinas Kesehatan agar segera menindaklanjuti kerja sama tersebut, termasuk mendata tenaga kesehatan potensial yang siap melanjutkan pendidikan profesi di ITSK.
Wali Kota juga mengingatkan bahwa ASN yang diberi kesempatan studi tidak boleh mengajukan pindah usai menyelesaikan pendidikan, melainkan wajib kembali mengabdi untuk masyarakat Tidore.
“Tahun 2026 harus sudah ada langkah konkret dari kerja sama ini. Kami ingin melihat hasil nyata, bukan sekadar dokumen MoU. Rumah sakit daerah pun harus lebih selektif dalam merekrut dokter, bukan karena kepentingan pribadi, tapi benar-benar karena kebutuhan pelayanan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor ITSK Malang, Prof. Arief Effendi, menyampaikan komitmen kampusnya dalam mendukung pengembangan SDM kesehatan di wilayah timur Indonesia. Ia menegaskan bahwa ITSK, yang berada di bawah Yayasan Wahana Bhakti Karya Husada dan bagian dari sistem kesehatan TNI Angkatan Darat, siap menjadi mitra strategis Pemkot Tidore.
“Kami sangat terbuka bagi putra-putri Tidore untuk melanjutkan studi di ITSK. Asal ada mahasiswa dari Tidore, kami akan beri kemudahan semaksimal mungkin. Ini bagian dari kontribusi kami dalam mencetak tenaga kesehatan profesional di Indonesia Timur,” ujar Arief.
Pertemuan ini turut dihadiri para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, pimpinan OPD terkait, serta perwakilan organisasi profesi di bidang kesehatan seperti PPI dan IBI di Kota Tidore Kepulauan.






