Protes Insentif Dipotong Kades, Badan Syarah Garojou Aksi Bakar Jubah

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE — Aksi protes keras dilakukan Badan Syarah Desa Garojou, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, dengan membakar jubah di depan kantor desa pada Senin pagi (4/5/2025). Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap kebijakan kepala desa yang diduga melakukan pemotongan insentif secara sepihak.

Para anggota Badan Syarah menilai pemotongan insentif dari Rp1.050.000 menjadi Rp750.000 per triwulan sebagai tindakan yang tidak adil dan terindikasi pungutan liar (pungli). Mereka menegaskan bahwa kebijakan tersebut telah merampas hak-hak mereka sebagai pelayan keagamaan di tingkat desa.

“Aksi pembakaran jubah ini adalah simbol perlawanan kami terhadap kebijakan yang menzalimi. Insentif yang sudah kecil justru dipotong tanpa kejelasan,” ujar salah satu perwakilan Badan Syarah di lokasi aksi.

Baca Juga :  TKBM Pelabuhan Soasio Bertransformasi Menjadi Koperasi, Diharapkan Perkuat Kesejahteraan Buruh

Menurut mereka, tugas Badan Syarah tidak ringan, mulai dari pelayanan keagamaan, kegiatan sosial, hingga membantu masyarakat dalam berbagai urusan keagamaan. Namun, beban kerja tersebut dinilai tidak sebanding dengan insentif yang diterima, apalagi setelah dilakukan pemotongan.

“Dengan tugas yang cukup banyak, insentif sebesar itu saja sudah minim, apalagi dipotong. Ini sangat tidak manusiawi dan tidak mencerminkan keadilan,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, massa juga mendesak Wali Kota Tidore Kepulauan untuk turun tangan menyelesaikan persoalan yang terjadi di Desa Garojou. Mereka meminta adanya evaluasi dan teguran tegas kepada kepala desa yang dinilai telah mengambil kebijakan sepihak tanpa mempertimbangkan dampaknya.

Baca Juga :  Wali Kota Tidore Panen Jagung di Cobodoe, Tegaskan Pertanian Jadi Prioritas Tanpa Tambang

“Kami berharap Wali Kota segera melihat persoalan ini dan memberikan teguran keras kepada kepala desa. Jangan sampai praktik seperti ini terus terjadi dan merugikan masyarakat,” tambahnya.

Aksi berlangsung di depan kantor desa dengan pengawalan aparat setempat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa terkait dugaan pemotongan insentif tersebut.

Berita Terkait

Pakaian Adat hingga Lomba Inovasi Warnai HUT ke-81 RI di RSD Tidore
Sukses Kibarkan Merah Putih di HUT ke-81 RI, Dandim 1505/Tidore Apresiasi Paskibraka Kota Tidore
HUT ke-81 RI di Tidore Berlangsung Khidmat, Pemkot Torehkan Sejumlah Prestasi
Kemerdekaan ke-81, 76 WBP Rutan Soasiu Dapat Remisi
Paskibraka Tidore Sukses Kibarkan hingga Turunkan Merah Putih di HUT ke-81 RI
Jauh dari Kota, Dekat dengan Indonesia: Tiga Pemuda Tobelo Dalam Kibarkan Merah Putih di Pedalaman Halmahera
Kenang Jasa Pahlawan, Wali Kota Tidore Pimpin Renungan Suci di Makam Sultan Zainal Abidin Syah
Petani Tomat di Tidore Apresiasi Dukungan Suplai Air Perumda Ake Mayora
Berita ini 1,326 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Pakaian Adat hingga Lomba Inovasi Warnai HUT ke-81 RI di RSD Tidore

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Sukses Kibarkan Merah Putih di HUT ke-81 RI, Dandim 1505/Tidore Apresiasi Paskibraka Kota Tidore

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:09 WIB

HUT ke-81 RI di Tidore Berlangsung Khidmat, Pemkot Torehkan Sejumlah Prestasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Kemerdekaan ke-81, 76 WBP Rutan Soasiu Dapat Remisi

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Paskibraka Tidore Sukses Kibarkan hingga Turunkan Merah Putih di HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Jauh dari Kota, Dekat dengan Indonesia: Tiga Pemuda Tobelo Dalam Kibarkan Merah Putih di Pedalaman Halmahera

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Wali Kota Tidore Pimpin Renungan Suci di Makam Sultan Zainal Abidin Syah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Petani Tomat di Tidore Apresiasi Dukungan Suplai Air Perumda Ake Mayora

Berita Terbaru