Ratusan Rumah di Sula Tergenang Banjir, Warga Apresiasi Respons Cepat Pemda

- Jurnalis

Sabtu, 10 Mei 2025 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir terjadi di Desa Umaloya, Kecamatan Sanana. Akibatnya, sebanyak 128 rumah warga tergenang air.

Banjir terjadi di Desa Umaloya, Kecamatan Sanana. Akibatnya, sebanyak 128 rumah warga tergenang air.

MARASAI.iD – Hujan deras yang mengguyur Kota Sanana sejak pukul 20.00 hingga 02.00 WIT dini hari, Sabtu (10/5/2025), menyebabkan banjir di Desa Umaloya, Kecamatan Sanana. Akibatnya, sebanyak 128 rumah warga tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

Kepala Desa Umaloya, Heder Kailul, menyebut meski genangan air cukup tinggi, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan. “Air belum surut, tapi syukurnya tidak ada korban dan kerugian besar,” ujarnya kepada wartawan.

Baca Juga :  Dinkes  Sula Gencarkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk ASN dan Masyarakat

Heder menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kepulauan Sula yang cepat merespons bencana tersebut. “Tadi malam Pak Sekda bersama Kadis PMD dan Kadis PU langsung ke lokasi untuk meninjau dan mendokumentasikan kondisi. BPBD juga sudah membangun posko,” katanya.

Ia berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada kunjungan awal, melainkan berlanjut pada penanganan yang lebih konkret. “Kami berharap ada langkah lanjutan agar musibah ini mendapat solusi jangka panjang,” ucapnya.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Banjir dan Lumpur di Kelurahan Bobo Tidore Utara

Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Sula, M. Saleh Marasabessy, menegaskan sejak mendapat laporan, pemerintah langsung menurunkan tim dari OPD terkait ke lokasi banjir mulai pukul 01.00 hingga 05.00 WIT. “Saya sudah sampaikan ke Pak Sekda agar ada intervensi pemerintah untuk meringankan beban warga terdampak,” katanya.

Saleh juga mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan aktif bekerja sama dengan pemerintah dalam menghadapi potensi bencana.

Berita Terkait

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia
GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi
Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu
Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat
Berita ini 133 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:51 WIB

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:07 WIB

GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:08 WIB

Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu

Senin, 19 Januari 2026 - 06:54 WIB

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:50 WIB

Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:59 WIB

Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat

Berita Terbaru