Program Pendidikan Gratis Pemprov Malut Dipertanyakan DPRD: “Tiba Saat, Tiba Akal?”

- Jurnalis

Selasa, 15 April 2025 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Malut, Yusran Pauwah.

Anggota Komisi IV DPRD Malut, Yusran Pauwah.

MARASAI.ID – Program pendidikan gratis yang menjadi salah satu janji prioritas Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe mulai menuai sorotan dari DPRD Provinsi Maluku Utara. Hingga pertengahan April 2025, belum ada kejelasan mengenai skema dan mekanisme pelaksanaannya.

Anggota Komisi IV DPRD Malut, Yusran Pauwah, mengaku heran karena hingga kini pihaknya belum menerima prototipe atau penjelasan teknis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait program tersebut.

Baca Juga :  Krisis BBM Ancam Pendapatan Daerah Sektor Perikanan, Nelayan Morotai Terancam Mogok Melaut

“April ini genap 100 hari kerja, tapi kami di Komisi IV belum mendapatkan bentuk konkret dari program pendidikan gratis itu,” ujar Yusran kepada wartawan, Selasa (15/4/2025).

Politisi Partai Hanura itu menilai Pemerintah Provinsi tidak menunjukkan keseriusan dalam merealisasikan program yang ditujukan bagi pelajar SMA/SMK di Maluku Utara.

Baca Juga :  Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan

“Bagaimana mungkin program sebesar ini belum ada gambaran jelasnya? Kami saja di DPRD tidak tahu, bagaimana dengan masyarakat? Jangan-jangan ini program tiba saat, tiba akal,” sindir Yusran.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan program tersebut.

Berita Terkait

Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak
Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia
GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi
Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu
Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:53 WIB

Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:51 WIB

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:07 WIB

GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:08 WIB

Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu

Rabu, 22 April 2026 - 15:50 WIB

Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan

Berita Terbaru

Good News

Fifian Adeningsi Mus Dipercaya Pimpin DPC HKTI Kepulauan Sula

Minggu, 20 Sep 2026 - 23:46 WIB