TERNATE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar kegiatan Sosialisasi Kurasi Produk Unggulan dan Peningkatan Kapabilitas Bisnis Digital, yang merupakan bagian dari program Transmigrasi Karya Nusa. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari 14 hingga 16 Juli 2025, di The Batik Hotel Ternate.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Viva Yoga Mauladi Pratama, dan turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara, Marwan Polisiri, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 58 pelaku UMKM yang berasal dari BUM Desa, BUM Desa Bersama, dan Koperasi di kawasan transmigrasi Pulau Morotai dan Payahe.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa pelaku usaha di kawasan transmigrasi memiliki pemahaman tentang standarisasi mutu produk, inovasi kemasan, serta legalitas usaha. Tidak hanya itu, mereka juga kami bekali keterampilan pemasaran digital yang saat ini sangat relevan,” ujar Marwan.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang dengan metode kombinasi yang komprehensif, terdiri dari penyampaian materi (50%), workshop praktik langsung (30%), dan konsultasi individu (20%). Narasumber yang terlibat berasal dari Badan Kurasi Produk Nasional (BKPN) yang tersertifikasi BNSP, instansi teknis pemerintah daerah, praktisi pemasaran digital, hingga pelaku UMKM sukses.
Menurut Marwan, ada empat output utama yang ditargetkan dari kegiatan ini, yakni: Pertama, Meningkatnya pemahaman peserta tentang standar kurasi produk; Kedua, Tumbuhnya keterampilan digital peserta dalam membuat dan mengelola akun usaha; Ketiga, Teridentifikasinya produk unggulan potensial dari kawasan transmigrasi; dan Keempat, Terjalinnya jejaring kolaborasi antar pelaku UMKM.
“Kami juga berupaya untuk memfasilitasi peserta agar bisa mengikuti pameran produk, sehingga peluang promosi dan jejaring pasar mereka semakin luas. Ini adalah bagian dari strategi untuk mendorong daya saing produk kawasan transmigrasi,” tambahn








