Kategori Wilayah Resiko Tinggi Bencana, BPBD Malut Bentuk TRC Multisektor Tingkat Provinsi

- Jurnalis

Jumat, 28 Juli 2023 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE, Berdasarkan penilaian Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI), Provinsi Maluku Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki risiko ancaman bencana dengan kategori tinggi. Hal ini direspon Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara dengan membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC).

Untuk itu BPBD Provinsi melaksanakan workshop pembentukan tim reaksi cepat multisektor Provinsi Maluku Utara, yang berlangsung di markas komando Korem 152 Babullah Ternate, Jumat (28/7/2023).

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsudin A Kadir saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut menyebutkan, tanggungjawab penyelenggaraan penanggulangan bencana telah menjadi urusan wajib pemerintah sebagaimana telah diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal serta diatur pelaksanaannya melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri no 101 tentang Standar Teknis SPM untuk Sub Urusan Bencana Daerah Kabupaten/Kota.

“Namun dalam pelaksanaannya tentu Pemerintah tak mungkin sendiri, akan tetapi melibatkan seluruh stakeholder baik dari unsur masyarakat, dunia usaha dan perguruan tinggi. Pada saat tanggap darurat bencana terdapat berbagai permasalahan antara lain waktu yang sangat singkat, kebutuhan yang mendesak dan berbagai kesulitan koordinasi,” ungkap Sekda yang juga selalu EksOfficio Kepala BPBD Malut ini.

Baca Juga :  Tiga Ratusan Warga Bumi Restu Hadiri Reses Sugeng Cahyono

Sehingga itu menurutnya, perlu dilakukan koordinasi yang lebih intensif dalam rangka memperlancar penyelenggaraan penanganan darurat bencana, agar keberhasilan dalam upaya penanganan darurat bencana pada suatu daerah sangat tergantung pada kecepatan pemerintah daerah bersangkutan dalam merespon informasi awal tentang ancaman bencana yang terjadi.

“Semakin cepat dalam merespon tentunya akan berdampak baik dalam upaya penanganan darurat bencana. Keselamatan jiwa manusia sangat penting dalam proses penanganan darurat bencana, maka untuk itu dibutuhkan upaya penyelamatan dan evakuasi korban bencana sesegera mungkin,” jelasnya.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kata sekda perlu dibentuk sebuah sistem yang mengarahkan pada upaya percepatan dalam penanganan korban bencana.
“Kehadiran Tim Reaksi Cepat yang terintegrasi oleh seluruh unsur pemerintah, TNI/Polri, swasta, serta organisasi masyarakat sangat penting dalam melakukan respon yang cepat dengan mengarahkan seluruh sumberdaya untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana, ” tambahnya.

Baca Juga :  Launching Almanak Kesultanan Tidore, Jou Ou: Ini Warisan dan Identitas Kita

Alumni IPDN Jatinangor ini juga menjabarkan, pembentukan TRC ini juga atas tindaklanjut surat edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 360/1809/BAK tentang Pembentukan Tim Reaksi Cepat Lintas Sektor di seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota, dalam penanganan darurat bencana yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

“Wilayah Provinsi Maluku Utara yang rawan bencana serta didukung dengan kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis maka perlu dibentuk TRC Multisektor untuk merespon kejadian kedaruratan secara cepat dan terkoordinasi. Serta dapat medukung kabupaten/kota dalam merespon kejadian bencana di wilayahnya,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Komandan Korem 152 Babullah, Fasilitator Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB, Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran kemendagri yang yang menjadi narasumber pada kegiatan ini, serta Kepala Pelaksana BBPB Provinsi Maluku Utara, Fhebi Alting.

Berita Terkait

Fakultas Teknik Unibrah Tidore Gelar Workshop Kurikulum OBE, Siapkan Lulusan Teknik Berdaya Saing Global
Resmi Kantongi Izin Operasional, SMA Alkhairat Lemo-Lemo Siap Majukan Pendidikan di Gane Barat
Generasi Obi Tumbuh Berdaya Bersama Industri: Kisah Angki, Yokber, dan Sifa di Harita Nickel
Kapolri Tunjuk Brigjen Arif Budiman Jadi Kapolda Malut, Pernah Bertugas di Maluku Utara
Forum Kepala Bappeda Malut 2026 Dibuka, Sri Haryanti Tekankan Pembangunan Inklusif dan Hilirisasi Berdampak bagi Masyarakat
Hadiri Dialog Publik Kolaborasi FKP Malut– Unibrah, Pemprov Tegaskan Urgensi Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah
Bukan Penyerobotan Lahan, Ini Kesepakatan: Suara Warga Kawasi dan Soligi
Balai Bahasa Maluku Utara dan Fakultas Pendidikan Unibrah Teken PKS, Perkuat Literasi dan Pelestarian Bahasa
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:17 WIB

Fakultas Teknik Unibrah Tidore Gelar Workshop Kurikulum OBE, Siapkan Lulusan Teknik Berdaya Saing Global

Senin, 18 Mei 2026 - 21:25 WIB

Resmi Kantongi Izin Operasional, SMA Alkhairat Lemo-Lemo Siap Majukan Pendidikan di Gane Barat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:28 WIB

Generasi Obi Tumbuh Berdaya Bersama Industri: Kisah Angki, Yokber, dan Sifa di Harita Nickel

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:27 WIB

Kapolri Tunjuk Brigjen Arif Budiman Jadi Kapolda Malut, Pernah Bertugas di Maluku Utara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:55 WIB

Forum Kepala Bappeda Malut 2026 Dibuka, Sri Haryanti Tekankan Pembangunan Inklusif dan Hilirisasi Berdampak bagi Masyarakat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:21 WIB

Hadiri Dialog Publik Kolaborasi FKP Malut– Unibrah, Pemprov Tegaskan Urgensi Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah

Selasa, 28 April 2026 - 09:24 WIB

Bukan Penyerobotan Lahan, Ini Kesepakatan: Suara Warga Kawasi dan Soligi

Rabu, 15 April 2026 - 17:42 WIB

Balai Bahasa Maluku Utara dan Fakultas Pendidikan Unibrah Teken PKS, Perkuat Literasi dan Pelestarian Bahasa

Berita Terbaru