Alex Paka Desak Pemerintah Bangun Jembatan Darurat di Desa Bega

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alexander Paka. (Dokumentasi: Am Teapon/marasai.id)

Alexander Paka. (Dokumentasi: Am Teapon/marasai.id)

SANANA — Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Sula–Taliabu, Alexander Paka, meninjau langsung lokasi jembatan ambruk di Desa Bega, Kecamatan Sulabesi Tengah, Selasa (7/10/2025) sore.

Dalam kunjungannya, Alex menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat pascakejadian tersebut. Ia meminta pemerintah untuk segera membangun jembatan darurat agar akses transportasi masyarakat tidak lumpuh total.

“Yang paling penting saat ini adalah keselamatan masyarakat di empat kecamatan, terutama bagi pengguna jalan—baik pejalan kaki, pengendara roda dua, maupun roda empat. Karena itu, perlu segera dibuat jembatan darurat agar warga tetap bisa melintas,” ujarnya.

Baca Juga :  Beri Uang 1 Miliar ke AGK, Ahmad Purbaya Diduga Memiliki Harta Tersembunyi

Politisi yang juga anggota Komisi I DPRD Malut itu menilai, kerusakan jembatan di Desa Bega berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Ia berjanji akan menyampaikan persoalan ini dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Maluku Utara agar mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Ketika saya kembali ke Ternate, persoalan ini akan saya sampaikan di Paripurna agar penanganannya bisa dipercepat. Kalau dibiarkan, maka roda ekonomi dan aktivitas warga akan terhenti,” katanya.

Baca Juga :  Melacak Sumber "Fee" Purbaya-Yayat dalam Kasus Suap AGK

Alex juga mengingatkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar tidak menganaktirikan Kabupaten Kepulauan Sula, yang menurutnya masih membutuhkan perhatian besar dalam pembangunan infrastruktur dasar.

“Sebagai anak negeri, saya berharap pemerintah provinsi memiliki rasa peduli terhadap keselamatan masyarakat. Warga di sini sangat merindukan pemimpin yang benar-benar hadir dan cepat tanggap terhadap kebutuhan mereka,” tegasnya.

 

Berita Terkait

Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak
Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia
GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi
Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu
Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:53 WIB

Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:51 WIB

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:07 WIB

GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:08 WIB

Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu

Rabu, 22 April 2026 - 15:50 WIB

Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan

Berita Terbaru