Isu Korupsi Sekda Tidore, Inspektorat: Hanya Kabar Burung

- Jurnalis

Senin, 8 September 2025 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan.

Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan.

TIDORE – Dugaan keterlibatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, dalam kasus korupsi berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun 2023, ditepis oleh Inspektorat Kota Tidore.

Inspektur Inspektorat Kota Tidore, Arif Radjabessy, menegaskan bahwa temuan BPK di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak ada kaitannya dengan Sekda.

“Kalau untuk keterlibatan langsung tidak ada. Tetapi karena beliau posisinya sebagai Ketua TAPD, sehingga dikait-kaitkan seolah-olah terlibat,” ujar Arif saat ditemui di Kantor Wali Kota Tidore, Senin (8/9/2025).

Temuan BPK yang sebelumnya dikabarkan menyeret nama Sekda antara lain: honorarium rohaniawan di Bagian Bina Kesra senilai Rp4,8 miliar, pengelolaan retribusi daerah pada Dinas Perindagkop senilai Rp46,4 juta, serta kekurangan volume pekerjaan bangunan di tiga OPD senilai Rp183 juta.

Baca Juga :  Pemprov Malut Targetkan Sertifikasi 106 Aset Tanah di 2025

Arif menyebut, dari total temuan Rp218 juta di tiga OPD, sudah ada penyetoran Rp34,8 juta oleh pihak rekanan. Sementara sisanya Rp183 juta, pihak kontraktor telah menandatangani Surat Keterangan Tanggungjawab Mutlak (SKTJM) untuk ditindaklanjuti.

“SKTJM ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melakukan penagihan ke pihak ketiga. Jadi tidak ada keterlibatan Sekda sama sekali,” tegasnya.

Kepala Bagian Bina Kesra Setda Kota Tidore, Sahnawi Ahmad, juga membantah tuduhan adanya korupsi pada dana insentif rohaniawan sebesar Rp4,8 miliar. Menurutnya, anggaran itu telah disalurkan tepat waktu setiap tiga bulan sekali kepada imam, sara, pendeta, pelayan jemaat, hingga guru ngaji TPQ dengan total 1.267 penerima.

“Temuan BPK hanya soal penamaan di SIPD. BPK minta istilah ‘rohaniawan’ diganti dengan ‘diserahkan ke masyarakat’. Persoalan itu sudah kami sanggah, bahkan BPK mengakui tidak ada masalah lagi,” jelasnya.

Baca Juga :  HMI Desak Bupati Evaluasi Kabag Kesra Terkait Proyek Masjid Mangkrak di Pas Ipa

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perindagkop Kota Tidore, Selvia M. Nur. Ia mengungkapkan, temuan BPK senilai Rp46,4 juta terkait retribusi pasar murni disebabkan ulah oknum petugas honor berinisial R di Pasar Gosala.

“Uang retribusi itu dipakai sendiri oleh yang bersangkutan tanpa arahan dari pihak manapun. Kasus ini sudah disidangkan dalam forum TPTGR dan diputuskan harus ada ganti rugi. Tapi hingga kini yang bersangkutan belum setor ke kas daerah,” ungkap Selvia.

Menurutnya, terlalu berlebihan jika kasus yang melibatkan oknum pegawai honor dengan nilai puluhan juta itu dikaitkan dengan Sekda. “Terlalu receh kalau persoalan ini ditarik-tarik ke Pak Sekda,” tandasnya.

Berita Terkait

Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia
GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi
Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu
Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan
Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:53 WIB

Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:51 WIB

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:07 WIB

GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:08 WIB

Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu

Rabu, 22 April 2026 - 15:50 WIB

Ekonomi Tumbuh 34 Persen, Gubernur Sherly Ungkap Ironi Maluku Utara: Warga Masih Menyeberang Sungai Tanpa Jembatan

Senin, 19 Januari 2026 - 06:54 WIB

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Berita Terbaru