Nelayan Morotai Hancurkan Dua Kapal Pencuri Ikan di Perairan Sangowo

- Jurnalis

Sabtu, 3 Mei 2025 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal pencuri ikan jenis pakura yang dihancurkan oleh nelayan Pulau Morotai.

Kapal pencuri ikan jenis pakura yang dihancurkan oleh nelayan Pulau Morotai.

MARASAI.iD – Kemarahan nelayan lokal di Pulau Morotai pecah setelah dua kapal jenis pakura tertangkap basah mencuri ikan di sekitar rompong milik warga Desa Sangowo. Sabtu (3/5/2025)

Akibat insiden tersebut, kedua kapal mengalami kerusakan cukup parah akibat aksi pelemparan oleh puluhan nelayan.

Menurut keterangan yang dihimpun, kedua kapal tersebut tertangkap sedang mencuri ikan di rompong milik seorang warga bernama Ali.

Lokasi rompong berada sekitar tujuh mil laut dari daratan Pulau Morotai, wilayah yang dianggap sebagai zona tangkapan nelayan lokal.

Baca Juga :  Rumah Kadus II Desa Fatce Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa

Seorang nelayan yang enggan disebut namanya mengatakan, aksi itu merupakan bentuk akumulasi kekesalan terhadap kapal-kapal asing yang kerap mencuri ikan di wilayah mereka.

“Torang so cukup sabar selama ini dong pancuri ikan. Kalau dong mangael di rompong sandiri tu trapa, ini malah di masyarakat pe rompong,” ujar nelayan tersebut dengan nada geram.

Ia mengungkapkan, aksi pelemparan tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan yang sebelumnya telah dibuat bersama dan dituangkan dalam surat pernyataan di Polsek Sangowo. Proses mediasi sebelumnya telah difasilitasi oleh Kapolres Pulau Morotai setelah dua kapal serupa diamankan lima hari lalu.

Baca Juga :  Gubernur Malut Sampaikan KUA-PPAS 2026, Fokus pada Penguatan Ekonomi dan SDM

“Dua kapal itu so buat pernyataan, tapi torang marah karna dorang bilang bisa komunikasikan dengan kapal lain. Kalau masih ulang, torang kase hancur lagi kapal-kapal itu,” tegasnya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden teranyar tersebut. Namun nelayan Morotai berharap aparat dapat mengambil tindakan tegas untuk melindungi hak tangkap masyarakat lokal dan mencegah konflik serupa terulang.

Berita Terkait

Beasiswa Maluku Utara Bangkit 2026: Sekda Percepat Penyaluran, Kampus Soroti Mekanisme Pencairan
HUT ke-27 Sofifi: Hiburan, Komunikasi Publik, dan Makna Perayaan bagi Masyarakat
FSPIM KPBI Gelar Aksi di PT IWIP, Soroti Dugaan Union Busting dan Perselisihan Upah
Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak
Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia
GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi
Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Berita ini 559 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Beasiswa Maluku Utara Bangkit 2026: Sekda Percepat Penyaluran, Kampus Soroti Mekanisme Pencairan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:29 WIB

HUT ke-27 Sofifi: Hiburan, Komunikasi Publik, dan Makna Perayaan bagi Masyarakat

Senin, 21 September 2026 - 11:11 WIB

FSPIM KPBI Gelar Aksi di PT IWIP, Soroti Dugaan Union Busting dan Perselisihan Upah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:53 WIB

Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:51 WIB

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:07 WIB

GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Berita Terbaru