Dialog Publik Bahas Polemik Nelayan Morotai: Soroti Pengawasan dan Perlindungan Hak

- Jurnalis

Sabtu, 3 Mei 2025 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan dialog publik yang dilakukan para nelayan dengan pemangku kepentingan untuk menyelesaikan persoalan nelayan di Kabupaten Pulau Morotai.

Kegiatan dialog publik yang dilakukan para nelayan dengan pemangku kepentingan untuk menyelesaikan persoalan nelayan di Kabupaten Pulau Morotai.

MARASAI. iD — Sejumlah persoalan yang dihadapi nelayan di Kabupaten Pulau Morotai menjadi topik utama dalam dialog publik bertema “Polemik Nelayan dan Hak-Hak Terhadap Produktivitas serta Pengawasan Perikanan Berkelanjutan” yang digelar pada Jumat (2/5/2025).

Ketua Persatuan Nelayan (PENA) Morotai, Sabiin Ashar, menyatakan bahwa banyaknya persoalan nelayan yang belum teratasi hingga kini merupakan dampak dari minimnya pengawasan di masa pemerintahan sebelumnya.

“Permasalahan yang kita hadapi hari ini adalah warisan dari lemahnya pengawasan di sektor perikanan. Pemerintah sebelumnya kurang memberikan perhatian terhadap nasib nelayan kecil,” ujarnya.

Meski demikian, Sabiin mengimbau agar masyarakat tidak serta-merta menyalahkan pemerintahan yang baru.

“Pemerintah saat ini masih baru, masih seumur jagung. Kita berharap ke depan lebih serius memperhatikan nasib nelayan agar tidak mengulang kesalahan yang sama,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan

Sementara itu, Ketua Satuan Kerja Pengelola Terpadu (SKPT) Kabupaten Pulau Morotai, Mahli Aweng, menegaskan bahwa mayoritas nelayan di Morotai tergolong sebagai nelayan kecil yang secara hukum tidak dibatasi ruang tangkapnya.

Ia juga menyampaikan agar para nelayan tidak khawatir dengan keberadaan kapal-kapal besar dari luar yang masuk di bawah 12 mil laut.

“Ada sisi positifnya, yaitu nelayan kecil bisa belajar dari sistem tangkap yang lebih modern agar tidak tertinggal dalam teknologi perikanan. Jadi bukan justru merasa terganggu,” ujar Mahli.

Di sisi lain, Danpos Polair Bripka Aklim Arif turut memberikan klarifikasi atas kasus penangkapan ikan yang terjadi di wilayah perairan Wawama hingga alur pelayaran 8 mil. Menurutnya, kapal-kapal tersebut telah menunjukkan dokumen izin yang lengkap.

Baca Juga :  Kepala Kemenag Sula Kritik Kabag Kesra: Koordinasi Kegiatan Keagamaan Dinilai Buruk

Ia juga mengingatkan para nelayan agar tidak bertindak gegabah yang bisa berujung pada masalah hukum.

“Laut juga punya hukum. Jangan ambil tindakan sendiri karena bisa melanggar aturan. Kami juga menemukan bahwa nelayan kecil pun banyak yang belum melengkapi persyaratan pelayaran. Itu juga harus diperhatikan,” tandas Aklim.

Bripka Aklim menekankan pentingnya ketaatan terhadap hukum maritim dan mendorong nelayan untuk segera melengkapi dokumen pelayaran agar terlindungi secara hukum.

Dialog publik ini diharapkan menjadi titik awal bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk merumuskan solusi konkret demi keberlangsungan hidup nelayan di Pulau Morotai.

Berita Terkait

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat
Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan
PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak
Kasus Korupsi Proyek “Welcome to Halbar” Seret Nama Mantan Calon Wali Kota Ternate hingga Mantan Suami Artis
Tim Patroli Gabungan Temukan Kayu Ilegal di Halmahera Timur
Gaji 2 Bulan Belum Dibayar, 570 Pegawai PPPK Dikbud Malut Ancam Mogok Kerja
Berita ini 187 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 06:54 WIB

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:50 WIB

Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:59 WIB

Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:04 WIB

Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:38 WIB

PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:59 WIB

Kasus Korupsi Proyek “Welcome to Halbar” Seret Nama Mantan Calon Wali Kota Ternate hingga Mantan Suami Artis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 13:53 WIB

Tim Patroli Gabungan Temukan Kayu Ilegal di Halmahera Timur

Selasa, 14 Oktober 2025 - 12:40 WIB

Gaji 2 Bulan Belum Dibayar, 570 Pegawai PPPK Dikbud Malut Ancam Mogok Kerja

Berita Terbaru