MARASAI.iD – Sebuah pemandangan miris terlihat di Desa Arakan, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Puluhan perahu bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang seharusnya digunakan oleh nelayan Morotai kini terbengkalai dan menjadi bangkai berlumut di daratan.
Bantuan yang seharusnya menjadi alat penunjang mata pencaharian nelayan tersebut kini menyisakan tanda tanya besar.
Berdasarkan informasi yang dibagikan oleh akun Facebook Inbox Harinda di grup jual beli Morotai, sekitar 70 unit perahu terlihat rusak parah dan tidak terawat.
Perahu-perahu tersebut merupakan bantuan dari KKP untuk Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Morotai pada tahun 2018. Namun, hingga saat ini bantuan tersebut tidak pernah tersalurkan dengan jelas.
Saat dikonfirmasi, Kepala SKPT Morotai, Mahli Aweng, mengaku tidak memiliki banyak informasi terkait kondisi tersebut.
“Saya juga tidak tahu karena ini sejak tahun 2018. Saat itu saya masih bertugas di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi. Coba konfirmasi ke Kadis DKP Morotai, saya juga masih menggali informasi terkait kapal tersebut,” ujar Mahli.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Morotai, Yoppy Than, menjelaskan bahwa bantuan tersebut sudah ada sebelum dirinya menjabat.
“Paket bantuan ini berasal dari tahun 2018, sebelum saya dilantik. Saat itu masih dipimpin oleh Suriyani Antarani. Saya sendiri baru dilantik pada 20 Mei 2022. Sepengetahuan saya, bantuan langsung dari KKP itu tidak melalui DKP Morotai,” jelas Yoppy.
Yoppy menambahkan bahwa persoalan ini tidak bisa hanya sekadar saling menyalahkan, namun perlu adanya investigasi lebih lanjut terkait penyebab bantuan tersebut tidak pernah sampai kepada nelayan yang berhak.
Hingga kini, nasib puluhan perahu tersebut masih menggantung tanpa kejelasan, sementara para nelayan Morotai terus mempertanyakan hak mereka atas bantuan yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.
Penulis : Aby
Editor : Ong





