Oknum Polisi Aniaya Warga Guraping Hingga Babak Belur, Keluarga Tuntut Keadilan

- Jurnalis

Minggu, 5 Januari 2025 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Guraping mendatangi Polsek Oba Utara untuk mendesak segera tangkap Bripka Didi dan gerombolannya.

Masyarakat Guraping mendatangi Polsek Oba Utara untuk mendesak segera tangkap Bripka Didi dan gerombolannya.

MARASAI.iD — Seorang oknum anggota polisi Polresta Tidore, Bripka Didi Budiawan Mamuli, diduga melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Yusuf Abdul Kadir, warga Kelurahan Guraping, bersama dengan segerombolan massa. Peristiwa ini terjadi di halaman rumah korban pada Sabtu (4/1/2025) sekitar pukul 00.50 WIT.

Kejadian bermula ketika Bripka Didi mendatangi rumah Yusuf dan melakukan tindakan kekerasan. Tidak berhenti di situ, oknum polisi tersebut juga membawa sekelompok massa yang kemudian melakukan pengeroyokan terhadap korban. Akibat kejadian ini, Yusuf mengalami luka serius, termasuk empat gigi tanggal, benjolan di kepala, dan memar di bagian rusuk.

Keluarga korban yang tidak terima dengan perlakuan tersebut segera melaporkan kejadian ke Polsek Oba Utara dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: STPM/02/I/2025/SPKT/Polsek Oba Utara/Polresta Tidore/Polda Malut.

Kronologi Kejadian Berdasarkan laporan tersebut, insiden bermula pada Jumat (3/1/2025) ketika Yusuf berada di Desa Gosale, Kecamatan Oba Utara. Yusuf yang diduga dalam kondisi mabuk, dikatakan melakukan pelecehan verbal terhadap seorang wanita dengan ucapan yang disalahpahami.

Wanita tersebut kemudian melaporkan kejadian kepada ibunya dan mengancam akan melaporkan Yusuf ke polisi. Yusuf yang merasa tidak bersalah memilih meninggalkan lokasi. Namun, laporan tetap disampaikan kepada Bripka Didi Budiawan Mamuli yang tak lain adalah keluarga ibu tersebut, Didi kemudian mendatangi rumah Yusuf.

Baca Juga :  Ratusan PPPK Dikbud Malut Belum Terima Gaji Dua Bulan, Kinerja Bendahara Dipertanyakan
Pelaku pemukulan Bripka Didi Budiawan Mamuli

Setibanya di rumah korban, Bripka Didi memperkenalkan diri sebagai anggota polisi dan meminta Yusuf ikut bersamanya ke Polsek Oba Utara meski tanpa surat panggilan resmi. Yusuf yang merasa tidak bersalah memutuskan untuk ikut. Namun, Bripka Didi mengatakan akan membawa Yusuf ke Desa Gosale, bukan ke Polsek.

Merasa ada yang tidak beres, Yusuf turun dari motor. Saat itulah Bripka Didi menangkap leher Yusuf dan memukulnya. Tidak lama kemudian, sekelompok massa datang menggunakan mobil dan langsung mengeroyok korban.

Beruntung, istri korban yang berada di lokasi berhasil mencegah tindakan kekerasan lebih lanjut. Meski demikian, Yusuf dalam kondisi penuh luka tetap dibawa oleh Bripka Didi dan rombongannya ke Polsek Oba Utara.

Keluarga korban yang tiba di Polsek Oba Utara terkejut melihat kondisi Yusuf yang mengenaskan. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut secara resmi dan meminta visum atas luka-luka yang dialami Yusuf.

Baca Juga :  Ongkang-Ongkang Kaki, Ibu DWP BPKAD Malut Diduga Panen 1 Miliar Lebih 

Insiden ini memicu kemarahan keluarga besar korban. Puluhan warga dari Kelurahan Guraping mendatangi Polsek Oba Utara pada Minggu (5/1/2025) sekitar pukul 11:00 untuk menuntut keadilan dan meminta pihak kepolisian segera menahan pelaku dan kelompoknya.

“Kami sangat menyesalkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh seorang oknum polisi terhadap saudara kami. Kami meminta agar pelaku ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar Sirajuddin Abdul Kadir, saudara korban.

Sirajuddin juga menegaskan agar pihak kepolisian segera mengambil langkah hukum yang tegas guna mencegah potensi konflik yang lebih besar.

“Semua orang sama di mata hukum. Kami harap pihak kepolisian bisa bertindak adil dan profesional. Jika tidak, kami khawatir akan ada tindakan balasan yang justru memperburuk keadaan,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polresta Tidore belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Masyarakat berharap agar kasus ini segera ditangani dengan transparan dan adil.

 

Berita Terkait

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu
Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat
Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan
PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak
Berita ini 303 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:08 WIB

Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu

Senin, 19 Januari 2026 - 06:54 WIB

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:50 WIB

Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:59 WIB

Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:04 WIB

Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:38 WIB

PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak

Berita Terbaru