Pegawai BPKAD Malut Diduga jadi Korban Pungli untuk Biayai DWP

- Jurnalis

Selasa, 23 Juli 2024 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pungli

Ilustrasi pungli

MARASAI.id – Dugaan pungutan liar (pungli) mencuat di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Maluku Utara. Pungutan ini diduga dilakukan dengan modus bazar untuk partisipasi terhadap kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP), yang mengharuskan pegawai ASN dan honorer menyisihkan sebagian dari pendapatan lembur.

Menurut sumber dari dalam BPKAD, praktek pungli ini terjadi pada dua momen besar, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Pada saat Idul Fitri, pegawai diharuskan membayar bazar kue dengan potongan sebesar Rp2.700.000 per orang. Sementara pada Idul Adha, potongannya mencapai Rp1.800.000 per orang. Semua dana ini dipotong langsung dari honor lembur pegawai BPKAD yang berjumlah kurang lebih 200 orang.

Baca Juga :  Tak Becus Urus Lingkungan, Kadis Fahrudin Tukuboya "Hepi-Hepi" di Eropa

Sumber tersebut menambahkan bahwa praktek ini telah menimbulkan keresahan dan ketidakpuasan di kalangan ASN BPKAD. Banyak pegawai merasa dipaksa untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut tanpa adanya persetujuan atau pemberitahuan yang jelas. “Ini sangat memberatkan kami. Tidak ada transparansi mengenai kemana uang itu pergi dan bagaimana penggunaannya,” ujar salah satu pegawai yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya potongan semacam ini sudah terjadi setiap tahun sejak Kepala BPKAD Malut, Ahmad Purbya menjabat. “Potongan terhadap hak kami ini dilakukan oleh bendahara saat pembayaran lembur secara otomatis terpotong,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan

Dari nilai potongan tersebut dapat diketahui total potongan terhadpa 200 lebih pegawai  saat idul fitri sebanyak Rp 540.000.000 dan potongan saat idul adha sebanyak Rp 360.000.000 sehingga dalam setahun dapat diketahui pungutan liar sebanyak Rp 900.000.000.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak BPKAD mengenai dugaan pungutan liar ini. Kepala BPKAD, Ahmad Purbaya maupun pejabat terkait belum memberikan pernyataan resmi untuk mengklarifikasi atau menanggapi keluhan dari pegawai.

Berita Terkait

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu
Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat
Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan
PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak
Kasus Korupsi Proyek “Welcome to Halbar” Seret Nama Mantan Calon Wali Kota Ternate hingga Mantan Suami Artis
Berita ini 1,121 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:08 WIB

Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu

Senin, 19 Januari 2026 - 06:54 WIB

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:50 WIB

Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:59 WIB

Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:04 WIB

Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:38 WIB

PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:59 WIB

Kasus Korupsi Proyek “Welcome to Halbar” Seret Nama Mantan Calon Wali Kota Ternate hingga Mantan Suami Artis

Berita Terbaru