TIDORE – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Ny. Rahmawati Muhammad Sinen, didampingi Ketua I TP PKK Kota Tidore Kepulauan Ny. Sumiyati Ahmad Laiman, secara resmi melaunching Gerakan Zero Sampah Plastik di Kawasan Pantai Tugulufa, Sabtu (14/2/2026).
Launching yang mengusung tema “Dari Tugulufa untuk Bumi, Tidore Menuju Zero Sampah Plastik” ini ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya komitmen bersama menjaga lingkungan dari ancaman sampah plastik.
Dalam sambutannya, Ahmad Laiman menegaskan bahwa persoalan sampah saat ini bukan lagi sekadar isu kebersihan, melainkan telah menjadi tantangan besar bagi lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat.
“Issue sampah bukan lagi sekadar persoalan kebersihan, tetapi sudah menjadi tantangan besar bagi lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat. Untuk kawasan zero sampah ini, ke depan Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan perlu menetapkan kawasan strategis ruang publik sebagai kawasan zero sampah. Karena itu, kolaborasi bersama sangat dibutuhkan agar Tugulufa maupun seluruh Tidore benar-benar menuju zero sampah plastik,” ujar Ahmad Laiman.
Orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini juga mengajak seluruh stakeholder, mulai dari pimpinan OPD, camat, lurah hingga seluruh masyarakat, untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi nyata dalam mewujudkan gerakan tersebut.
“Action di lapangan jauh lebih bermakna dibandingkan kegiatan seremonial yang selesai tanpa hasil nyata. Karena itu, komitmen ini harus diwujudkan dalam kerja konkret,” tegasnya.
Ahmad Laiman turut mengapresiasi inovasi yang digagas Camat Tidore bersama seluruh lurah di Kecamatan Tidore. Ia berharap program ini dapat menjadi pilot project bagi kecamatan dan desa/kelurahan lainnya di Kota Tidore Kepulauan.
Selain itu, ia mengajak masyarakat mulai membiasakan diri mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta memilah sampah untuk memudahkan proses daur ulang.
“Mari kita mulai dari sekarang berlaku bijak dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memilah sampah. Semoga langkah ini menjadi gaya hidup baru yang memberi dampak positif bagi masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Camat Tidore Sahril Toduho dalam laporannya menyampaikan bahwa launching tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari program dan komitmen nyata Kecamatan Tidore bersama 11 kelurahan.
“Ini adalah program dan komitmen kami di Kecamatan Tidore bersama 11 lurah untuk terus berkolaborasi dalam mengurangi penggunaan sampah plastik dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar peduli terhadap lingkungan yang bersih dan sehat,” jelas Sahril.
Ia juga mengungkapkan, sebelum launching dilaksanakan, pihaknya telah melakukan sejumlah aksi nyata, seperti kegiatan pemilahan sampah plastik di kawasan Pantai Tugulufa. Selain itu, telah dibentuk bank sampah tingkat kecamatan serta unit bank sampah di setiap kelurahan.
“Melalui bank sampah ini, kita berharap sampah plastik, baik dari rumah tangga maupun ruang publik, dapat diolah dan dimanfaatkan sehingga volumenya semakin berkurang,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, pimpinan OPD, camat, lurah se-Kecamatan Tidore, serta ASN, PPPK dan non-ASN di lingkup Kecamatan Tidore. (*)






