TIDORE – Dalam upaya mempercepat transformasi digital di tubuh organisasi, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Tidore Kepulauan resmi membuka pendaftaran Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) IV melalui sistem daring menggunakan aplikasi Sahabat Indonesia Applications (SIApps).
Hal tersebut disampaikan Ketua GP Ansor Kota Tidore Kepulauan, Jafar Noh Idrus, saat ditemui media ini, Kamis (1/1/2026).
Jafar menjelaskan, PKD IV yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Januari 2026 mendatang tidak lagi menggunakan sistem pendaftaran manual. Seluruh calon peserta diwajibkan mendaftar secara online melalui aplikasi SIApps.
“Langkah ini diambil untuk memastikan proses kaderisasi berjalan lebih transparan, efisien, dan akurat,” ujar Jafar.
Menurutnya, melalui integrasi sistem digital tersebut, data setiap kader akan langsung terhubung dan terverifikasi oleh Pimpinan Pusat GP Ansor, sehingga memudahkan pemantauan perkembangan anggota secara nasional.
“Dengan sistem ini, data kader terintegrasi secara nasional dan bisa dipantau langsung oleh pimpinan pusat,” jelasnya.
Jafar menambahkan, aplikasi SIApps juga dilengkapi dengan fitur berita dan informasi terbaru seputar kegiatan organisasi, baik di tingkat daerah maupun nasional, yang dapat diakses secara real-time oleh seluruh kader.
Ia pun mengajak generasi muda Kota Tidore Kepulauan untuk segera bergabung dan mengikuti proses kaderisasi GP Ansor melalui PKD IV.
“Kita membutuhkan generasi penerus bangsa yang siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan. Bergabung dengan GP Ansor adalah solusi bagi generasi muda Tidore agar lebih baik dan peka terhadap isu sosial kemasyarakatan,” tutup Jafar.
Tahapan Pendaftaran PKD IV Melalui SIApps
Bagi calon peserta yang ingin mengikuti PKD IV, pendaftaran dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
Unduh Aplikasi SIApps melalui Google Play Store atau App Store.
Lengkapi Data Diri dengan mengisi profil sesuai identitas resmi.
Pilih Menu Kaderisasi untuk melihat jadwal dan lokasi pelatihan.
Klik Daftar pada gelombang PKD IV yang tersedia.
Pihak panitia menegaskan, penggunaan sistem digital melalui SIApps bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menjadi kebutuhan mendesak dalam membangun kaderisasi yang modern, tertib administrasi, dan berkelanjutan. (*)






