Disnakertrans Malut Pulangkan TKI Ilegal Asal Halsel dari Myanmar, Gubernur Sherly Tjoanda Tawarkan Jalur Resmi

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disnakertrans Malut, Marwan Polosiri (tengah) dan Kabid Pengawasan K3, Nirwan Turuy dan staf foto bersama dengan para korban TKI Ilegal asal Halsel yang berhasil dipulangkan dari Myanmar.

Kepala Disnakertrans Malut, Marwan Polosiri (tengah) dan Kabid Pengawasan K3, Nirwan Turuy dan staf foto bersama dengan para korban TKI Ilegal asal Halsel yang berhasil dipulangkan dari Myanmar.

SOFIFI – Tiga warga Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang menjadi korban kasus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Myanmar berhasil dipulangkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku Utara. Kepulangan para korban mendapat perhatian langsung dari Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang menyambut mereka dalam jamuan makan malam di Hotel Bela, Ternate, Jumat (12/12/2025).

Kasus ini menjadi perhatian serius Gubernur Sherly Tjoanda. Ia secara khusus mengundang para korban untuk bertemu langsung, mendengar pengalaman mereka selama berada di Myanmar, sekaligus memastikan adanya pendampingan lanjutan dari pemerintah daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Sherly menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam melindungi warganya, sekaligus mencegah terulangnya kasus serupa di kemudian hari.

Gubernur juga menanyakan minat para korban apabila masih ingin bekerja ke luar negeri, dengan penekanan bahwa seluruh proses harus dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami akan bantu jika masih berminat kerja di luar negeri. Namun semuanya harus melalui jalur resmi. Dan bila belum memiliki skil, maka harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu,” tegas Sherly Tjoanda.

Baca Juga :  BAZNAS Malut Fokus Penguatan Kelembagaan dan Optimalisasi Zakat dalam Rakorda 2025

Pada kesempatan itu, Gubernur Sherly turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Myanmar, serta Mabes Polri yang telah bekerja keras dalam proses pemulangan para korban ke Tanah Air.

Diketahui, dari empat warga Halsel yang berangkat ke Myanmar secara ilegal, hanya tiga orang yang berhasil dipulangkan setelah berbulan-bulan terjebak dalam praktik eksploitasi dan kekerasan. Satu orang lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) Disnakertrans Maluku Utara, Nirwan Turuy, menjelaskan bahwa keempat TKI tersebut berangkat tanpa melalui prosedur resmi dan terpisah setibanya di Myanmar.

“Satu orang dilaporkan ‘dijual’ ke perusahaan lain, sementara tiga korban lainnya, yakni Feni Astari, Asriyadi Musakir, dan Zether Klied, tetap bersama hingga akhirnya berhasil dipulangkan,” ujar Nirwan, Senin (15/12/2025).

Menurut Nirwan, informasi awal terkait kasus ini diperoleh dari pihak keluarga korban. Menindaklanjuti laporan tersebut, Disnakertrans Maluku Utara langsung berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI. Proses penelusuran kemudian melibatkan Bareskrim Mabes Polri, Interpol, serta KBRI di Yangon, Myanmar.

Baca Juga :  Kurangi Angka Pengangguran, Disnakertrans Malut Gelar Forum Komunikasi Penempatan Dalam Negeri

Ia mengakui proses pemulangan para korban tidak mudah dan memakan waktu cukup panjang. “Hampir tiga bulan mereka berada di Myanmar, sementara proses pemulangannya sendiri berlangsung sekitar dua bulan,” jelasnya.

Dari empat TKI tersebut, satu orang hingga kini belum diketahui keberadaannya. “Sampai ketiga temannya tiba di Maluku Utara, yang bersangkutan tidak ada kabar. Informasi terakhir yang kami terima, dia mengaku sudah merasa nyaman dan memilih tidak pulang,” ungkap Nirwan.

Berdasarkan pengakuan para korban, mereka awalnya dijanjikan pekerjaan dengan gaji besar. Namun kenyataan yang dihadapi justru jauh dari harapan. Selama berbulan-bulan bekerja, mereka tidak menerima gaji, mendapat makanan tidak layak, serta dipaksa bekerja dengan jam kerja ekstrem.

“Jam kerja dimulai pukul 09.00 pagi hingga 23.00 malam dan selalu diawasi oleh bodyguard,” tutur Nirwan.

Lebih memprihatinkan, para korban juga dipaksa menjalankan aktivitas penipuan daring dengan target mayoritas warga Indonesia. Karena tidak memiliki keahlian, mereka kerap gagal mencapai target yang ditentukan.

“Jika target tidak tercapai, mereka dipukul dan disiksa,” tutup Nirwan. (*)

Berita Terkait

Mubes IKA FIP Unibrah Digelar 31 Januari 2026
Gandeng Balai Bahasa Maluku Utara, UNIBRAH Dorong Budaya Baca Masyarakat Melalui KKN Tematik Literasi
Forkot Sofifi Galang Dana untuk Korban Banjir Halbar dan Halut
Dekan FIP UNIBRAH Tidore Undang Alumni Hadiri Rapat Persiapan Mubes IKA FIP
Gerak Cepat Gubernur Sherly Kerahkan Pemprov Maluku Utara Kirim Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Halbar–Halut
Digitalisasi Kaderisasi, GP Ansor Tikep Buka Pendaftaran PKD IV Lewat Aplikasi SIApps
Rilis Akhir Tahun 2025, Polda Malut Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas dan Pelayanan Presisi
Pemkab Kepulauan Sula Tambah Penerbangan Trigana Air, Mulai 2026 Terbang Tiga Kali Seminggu
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:48 WIB

Mubes IKA FIP Unibrah Digelar 31 Januari 2026

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:20 WIB

Gandeng Balai Bahasa Maluku Utara, UNIBRAH Dorong Budaya Baca Masyarakat Melalui KKN Tematik Literasi

Senin, 12 Januari 2026 - 09:38 WIB

Forkot Sofifi Galang Dana untuk Korban Banjir Halbar dan Halut

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:55 WIB

Dekan FIP UNIBRAH Tidore Undang Alumni Hadiri Rapat Persiapan Mubes IKA FIP

Jumat, 9 Januari 2026 - 08:35 WIB

Gerak Cepat Gubernur Sherly Kerahkan Pemprov Maluku Utara Kirim Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Halbar–Halut

Jumat, 2 Januari 2026 - 08:28 WIB

Digitalisasi Kaderisasi, GP Ansor Tikep Buka Pendaftaran PKD IV Lewat Aplikasi SIApps

Selasa, 30 Desember 2025 - 20:36 WIB

Rilis Akhir Tahun 2025, Polda Malut Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas dan Pelayanan Presisi

Senin, 29 Desember 2025 - 12:55 WIB

Pemkab Kepulauan Sula Tambah Penerbangan Trigana Air, Mulai 2026 Terbang Tiga Kali Seminggu

Berita Terbaru

Rapat panitia Mubes FIP yang berlangsung di Kafe Pathra Space, Desa Galala, Jumat (16/1/2026).

SOFIFI

Mubes IKA FIP Unibrah Digelar 31 Januari 2026

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:48 WIB

Kegiatan easy run perdana oleh komunitas Sofifi Runners di seputaran jalan 40 Sofifi. (Foto: Ijal Shuttercom/Discover Sofifi)

GOR

Sofifi Runners Resmi Terbentuk, Perdana Gelar Easy Run

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:28 WIB