TIDORE – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Inflasi Daerah (Rakorida) Triwulan III High Level Meeting Tahun 2025 yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota, Selasa (9/9/2025).
Dalam sambutannya, Ahmad Laiman menegaskan bahwa rapat ini menjadi momentum penting di tengah kondisi nasional yang belum sepenuhnya stabil pasca demonstrasi Agustus 2025.
Rapat juga menindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 500.2.5/2309/IJ tanggal 4 September 2025 tentang atensi atas kenaikan harga beras di sejumlah daerah, termasuk Kota Tidore Kepulauan yang masuk dalam 214 daerah terdampak.
“Kami memberikan apresiasi kepada TPID Kota Tidore Kepulauan atas kinerja pengendalian inflasi. Alhamdulillah, Kota Tidore tidak termasuk dalam 74 daerah yang sama sekali tidak melaporkan upaya konkrit pengendalian inflasi,” ujar Ahmad Laiman.
Ia menambahkan, Rakor Inflasi Triwulan III ini menjadi sarana evaluasi sekaligus penyusunan langkah protektif dan antisipatif dalam menjaga stabilitas harga serta pengendalian inflasi di Kota Tidore.
Menurutnya, pengendalian inflasi perlu ditopang dengan terobosan baru melalui inovasi pangan lokal. Hal ini mencakup peningkatan produksi, penyederhanaan rantai distribusi, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan produk pangan lokal.
“Inovasi pangan ini bertujuan menstabilkan harga, menjaga pasokan, memperpendek jalur distribusi dari produsen ke konsumen, sekaligus memberdayakan petani dan UMKM lokal agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.
Ia berharap, melalui Rakor Inflasi Daerah ini, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tidore Kepulauan semakin memahami peran masing-masing perangkat daerah. Dengan demikian, seluruh anggota TPID dapat berkontribusi maksimal dengan mengedepankan semangat kolaborasi, sinergitas, serta komunikasi yang efektif, termasuk melibatkan Tim Penggerak PKK dalam pengendalian inflasi.







