SOFIFI – Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara (Distan Malut) tengah menggenjot program peningkatan ketahanan pangan dan pemberdayaan petani melalui program bertajuk Bertumbuh 1000 Lahan Baru. Program ini difokuskan pada pembukaan lahan baru untuk penanaman 10 komoditi hortikultura unggulan.
Plt Kepala Dinas Pertanian Malut, Asrul Gailea, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mendata Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) sebagai langkah awal menjalankan program ini secara merata di seluruh wilayah provinsi.
“Kita melakukan apa yang disebut program Bertumbuh 1000 Lahan Baru dengan mendata calon petani dan calon lahan guna menggerakan program pertanian di Maluku Utara,” ujarnya saat ditemui di Kantor Distan Malut, Senin (5/5/2025).
Asrul menyebutkan, program ini sudah mulai berjalan di seluruh 10 kabupaten/kota di Maluku Utara. Untuk tahap awal, pelaksanaan dipusatkan di Kota Tidore Kepulauan dan Kota Ternate dengan cakupan 12 kecamatan.
“Saat ini yang terdata di Tidore dan Ternate saja sudah 709 petani dengan jumlah titik lahan baru sebanyak lebih dari 600 titik, dan total luas lahannya mencapai 168 hektare,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa para petani yang tergabung dalam program ini akan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah berupa paket bantuan barang. Bantuan tersebut meliputi bibit, mulsa, pupuk, dan sejumlah obat pertanian.
Adapun sepuluh komoditi hortikultura yang ditanam melalui program ini adalah cabai, cabai rawit, tomat, jagung manis, terong, bayam, bawang merah, buncis, kacang panjang, dan kangkung.
“Kita berharap dengan adanya program ini bisa meningkatkan nilai tukar petani, memperkuat ketahanan pangan, dan menggerakkan perekonomian serta sektor pertanian di Maluku Utara,” pungkas Asrul.






