MARASAI.iD – Penjabat Gubernur Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, menghadiri acara silaturahmi Ramah Tamah Purna Bakti ASN Guru dan Tenaga Administrasi SMA/SMK di Kota Tidore Kepulauan, yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara pada Kamis (19/12/2024).
Dalam sambutannya, Samsuddin menekankan bahwa peringatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas peran penting guru dalam membentuk karakter, ilmu pengetahuan, dan masa depan generasi muda.
Ia menegaskan bahwa julukan “pahlawan tanpa tanda jasa” bagi guru mencerminkan tugas berat yang mereka emban dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Guru bukan hanya pengajar ilmu pengetahuan, tetapi juga penanam nilai moral dan etika. Mereka adalah cahaya yang membimbing siswa menuju keberhasilan,” ujarnya.
Samsuddin juga membahas konsep Merdeka Belajar yang diinisiasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Menurutnya, konsep ini menekankan kemandirian guru dalam mendidik dengan metode yang kreatif dan inovatif, sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Ia menilai bahwa Kurikulum Merdeka memberi kebebasan bagi guru untuk mengoptimalkan potensi peserta didik.
“Guru tidak hanya sekadar menyampaikan materi, tetapi menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif,” kata Samsuddin.
Ia juga menyoroti tantangan era digital yang menuntut guru untuk cepat beradaptasi dengan teknologi. Meskipun teknologi mempengaruhi cara belajar siswa, guru tetap menjadi pilar utama dalam pendidikan. Nilai-nilai kemanusiaan yang ditanamkan guru tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Pada momen yang penuh haru ini, Samsuddin menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru yang telah purna tugas atas dedikasi mereka selama bertahun-tahun.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, saya mengucapkan terima kasih atas ketulusan dan kesabaran Bapak/Ibu. Meski menghadapi berbagai tantangan, dedikasi Bapak/Ibu dalam menciptakan generasi penerus yang lebih baik tidak akan terlupakan,” tutupnya.
Acara ini menjadi bentuk penghargaan kepada para guru yang telah menjadi inspirasi, pembimbing, dan pencerah bagi banyak generasi di Maluku Utara.






