MARASAI.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) secara resmi membuka Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Penyediaan Infrastruktur Logistik Pangan di Aula Penginapan Yusmar, Sofifi, Rabu (23/10/2024).
Acara ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan efisiensi distribusi pangan di wilayah Malut, yang dikenal dengan tantangan geografis serta wilayah kepulauan yang terpencil.
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi pemerintah daerah dan pusat, serta stakeholder penting dalam rantai pasok pangan.
Hairia, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, mewakili Gubernur Maluku Utara untuk membuka acara secara resmi.
Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Utara menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi guna mengatasi tantangan distribusi pangan di wilayah tersebut.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana kita mendistribusikannya secara efisien, sehingga seluruh masyarakat Maluku Utara dapat merasakan akses pangan yang merata,” ujar Hairia, membacakan sambutan Gubernur.
Fahmi Alhabsi, Plh Kadis Pangan Maluku Utara, menekankan pentingnya langkah konkret untuk memperkuat infrastruktur logistik pangan di daerah ini.
“Maluku Utara memiliki tantangan geografis yang cukup unik, terutama dalam distribusi pangan ke daerah-daerah terpencil. Penguatan infrastruktur seperti pelabuhan, gudang, dan cold storage menjadi prioritas kami,” ungkapnya.
Distribusi pangan yang merata dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di seluruh pelosok Maluku Utara.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi distribusi agar semua wilayah, termasuk yang terpencil, bisa mendapatkan akses pangan dengan harga yang terjangkau,” tambah Fahmi.
Acara ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, termasuk Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bulog, dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Mereka membahas penguatan logistik pangan, mulai dari produksi hingga distribusi, serta pentingnya penggunaan data yang akurat dalam mendukung suplai pangan di setiap wilayah.
Peserta kegiatan ini, termasuk Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Tengah dan Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan dari seluruh kabupaten/kota di Malut, turut berdiskusi mengenai sinkronisasi distribusi pangan di tingkat daerah.
Minimnya infrastruktur dan tantangan geografis di daerah terpencil menjadi sorotan utama yang membutuhkan solusi konkret.
Penguatan infrastruktur logistik pangan menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. Pemerintah menyoroti pentingnya pembangunan fasilitas seperti pelabuhan, gudang, dan cold storage guna menjaga kualitas pangan dan kestabilan harga di pasar lokal.
Infrastruktur yang lebih baik diharapkan mampu mempercepat distribusi pangan ke daerah-daerah terpencil yang selama ini mengalami hambatan logistik.
Selain itu, teknologi informasi turut menjadi bagian penting dari strategi penguatan logistik pangan ini. Pemprov Malut merencanakan penggunaan sistem pelacakan pangan berbasis teknologi informasi untuk memantau distribusi pangan secara real-time.
Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi penyaluran bahan pangan, serta menekan potensi kelangkaan pangan di daerah terpencil.
Kegiatan di Sofifi ini menjadi langkah awal untuk menciptakan sistem logistik pangan yang lebih terintegrasi dan efisien di Maluku Utara.
Dengan sinergi antara instansi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan Provinsi Maluku Utara dapat memperkuat ketahanan pangan serta menjamin distribusi pangan yang merata.
Langkah ini bukan hanya menjadi solusi jangka pendek bagi kendala distribusi, tetapi juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan pangan yang berkelanjutan di masa depan.
Dengan perbaikan infrastruktur dan penggunaan teknologi yang tepat, Maluku Utara diharapkan mampu mengatasi tantangan logistik pangan serta memberikan akses pangan yang adil bagi seluruh warganya. (red)






