MARASAI.iD – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) menyerahkan sejumlah aset pendidikan kepada pihak swasta, Sabtu (12/10/2024), usai rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD Provinsi Maluku Utara. Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Provinsi Maluku Utara.
Penjabat Gubernur Maluku Utara, Shamsudin A Kadir dan Ketua DPRD sementara, Maria S Debora Tongo Tongo, secara resmi menyerahkan aset-aset tersebut kepada empat perguruan tinggi, yakni STMIK Tidore, AIKOM Ternate, STPM Banau Halbar, dan Universitas Hein Namotemo.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut, Damruddin Rahmat, menyebutkan bahwa aset yang diserahkan mencakup bangunan dan peralatan yang selama ini belum diserahkan secara formal kepada pihak swasta.
“Penyerahan aset ini diharapkan akan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku Utara. Melalui yayasan yang mengelola SMA, SMK, dan perguruan tinggi, aset ini akan dikelola dengan baik, sehingga setiap tahun ada progres nyata yang dihasilkan,” ujar Damruddin.

Sejumlah aset yang diserahkan kepada STMIK Tidore Mandiri total anggaran Rp 2.378.889.730 terdiri dari pembangunan gedung kuliah, pembangunan penyelesaian gedung kuliah, pengadaan mobil operasional dan pengadaan sitem informasi akademik terintegrasi feeder STMIK Mandiri.
Penyerahan aset di AIKOM Ternate meliputi, pengadaan peralatan laboratorium jaringan internet dan interface, pengadaan peralatan laboratorium multimedia, renovasi pagar, pengadaan moubeler dan pengadaan kendaran bermotor dengan total nilai anggaran sebesar Rp 1.173.410.000.
Sementara untuk STPK Banau Halmahera Barat diserahkan aset berupa pengadaan alat laboratorium komputer dan pengadaan mobil operasional dengan total anggaran 1.445.384.150.
Untuk penyerahan hibah aset Universitas Hein Namotemo yakni pengadaan mobil operasional dengan nilai Rp 368.866.000.
Damruddin juga menegaskan bahwa penyerahan aset ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Malut untuk memastikan bahwa aset-aset pendidikan dapat digunakan secara optimal dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
“Ini adalah momentum penting di hari ulang tahun provinsi, dan ke depan kami akan terus memantau agar aset yang sudah diserahkan ini benar-benar memberikan dampak positif,” tutupnya.






