Wali Kota Ternate Launching Program LEGEN 14: Transformasi Lorong Menjadi Hijau dan Asri

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juli 2024 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Launching LEGEN 14 oleh Wali Kota Ternate didampingi Direktur Jamkrindo Syarah, Heri Purnomo, BPJS Kesehatan, Reformer Chairul Saleh Arif.

Launching LEGEN 14 oleh Wali Kota Ternate didampingi Direktur Jamkrindo Syarah, Heri Purnomo, BPJS Kesehatan, Reformer Chairul Saleh Arif.

MARASAI.iD – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, meresmikan proyek perubahan inovatif bernama Lorong Eco Green (LEGEN) 14 yang digagas oleh Chairul Saleh Arif, Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Ternate. Proyek ini bertujuan untuk mengubah lorong di RT 14 RW 05, Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, menjadi lebih hijau dan berdampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Apa yang dilakukan oleh Pak Haji Chairul ini merupakan sesuatu yang baru dan inovatif, berbeda dari proyek biasanya,” ujar Wali Kota Ternate dalam acara peluncuran LEGEN 14 dan kulineran halal yang berlangsung pada Jumat (26/7/2024).

Menurutnya, inisiatif Chairul Saleh Arif adalah bentuk nyata dari kerja sama dan pemberdayaan masyarakat setempat, yang berhasil menciptakan lorong eco green yang sangat menginspirasi.

“Ini adalah bentuk kerja sama yang nyata, terlihat dari kolaborasi dengan Jamkrindo Syariah yang memberikan bantuan sehingga lorong ini bisa terwujud dengan luar biasa,” tambah Tauhid Soleman, yang juga mantan Sekretaris Kota Ternate.

Baca Juga :  Gandeng Media Lakukan Sosialisasi, Bawaslu Malut Teken MoU dengan RRI Ternate

Wali Kota Ternate juga menegaskan bahwa Lorong LEGEN 14 dapat menjadi model bagi lorong-lorong lain di kota ini. “Setiap kota memiliki lorong sebagai bagian integral dari lingkungan masyarakat, di mana interaksi sosial terjadi. Jika kita dapat memperbaiki kondisi lorong-lorong ini, saya yakin 75 persen masalah kota juga akan teratasi,” tegasnya.

Dia menjelaskan bahwa banyak masalah kota, seperti sampah dan konflik sosial, sering kali berawal dari lorong-lorong ini. Oleh karena itu, fokus pembangunan dari lorong adalah langkah strategis untuk menciptakan kota yang lebih baik.

“Dari sini saya ingin mengkampanyekan bahwa masa depan Ternate adalah membangun dari lorong. Menyelesaikan masalah di tingkat lorong berarti menyelesaikan masalah kota secara keseluruhan,” ujarnya.

Dalam penutupannya, Wali Kota berharap inovasi yang dilakukan Chairul Saleh Arif mendapatkan pengakuan dan penghargaan yang layak dalam pelatihan kepemimpinan di BPSDM Maluku.

“Semoga apa yang dilakukan oleh Pak Chairul ini mendapatkan predikat terbaik dalam pelatihan kepemimpinan yang diikutinya,” harapnya.

Baca Juga :  87 Siswa SMANDEL Tikep Lulus 100 Persen

Sementara itu, Chairul Saleh menjelaskan bahwa proyek ini telah mengubah wajah lorong menjadi asri dengan berbagai tanaman seperti anggur, pisang, sayuran, dan kolam ikan.

“Kami juga sedang mengupayakan pengelolaan sampah menjadi sesuatu yang bernilai, sehingga sampah rumah tangga dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti magot untuk pakan ikan dan ayam,” jelasnya.

Dia berharap apa yang dilakukannya ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi model bagi lorong-lorong lain yang dapat diimplementasikan dengan lebih baik lagi.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota Ternate, Direktur Jamkrindo Syariah Pak Hari Purnomo, ibu-ibu dan bapak-bapak di Lorong 14, teman-teman di Bagian Kerja Sama, dan para pengurus MES,” tutupnya.

Launching ditandai dengan pemukulan kentongan atau yang disebut dolo-dolo oleh masyarakat Ternate dan sekitarnya, seblumnya juga dilakukan pendatang MoU dengan sejumlah OPD terkait.

Berita Terkait

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis
Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat
Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar
Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah
Pegawai Apresiasi Keterbukaan, Dikbud Malut Kick Off Program 2026 dengan Anggaran Rp783 Miliar
Kelola Rp783 Miliar, Dikbud Malut Tancap Gas Program 2026, Fokus Akses Sekolah dan Tekan Putus Sekolah
Balai Bahasa Maluku Utara Susun Modul Pembelajaran Bahasa Taliabu
Balai Bahasa Malut dan Pemkab Pulau Taliabu Perkuat Revitalisasi Bahasa Daerah
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48 WIB

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis

Jumat, 6 Februari 2026 - 02:18 WIB

Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:17 WIB

Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:57 WIB

Pegawai Apresiasi Keterbukaan, Dikbud Malut Kick Off Program 2026 dengan Anggaran Rp783 Miliar

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:46 WIB

Kelola Rp783 Miliar, Dikbud Malut Tancap Gas Program 2026, Fokus Akses Sekolah dan Tekan Putus Sekolah

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:47 WIB

Balai Bahasa Maluku Utara Susun Modul Pembelajaran Bahasa Taliabu

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:15 WIB

Balai Bahasa Malut dan Pemkab Pulau Taliabu Perkuat Revitalisasi Bahasa Daerah

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:04 WIB

Gelar DKT, Balai Bahasa Malut Susun Modul Pembelajaran Bahasa Sawai di Halteng

Berita Terbaru