MARASAI.iD – Dalam upaya mencegah penularan penyakit tuberkulosis (TB) di wilayah kerja Puskesmas Galala, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, diperkenalkan sebuah inovasi daerah bernama JAHABIRADADA, yang merupakan akronim dari Jemput Dahak Bersama Pemerintah Desa/Kelurahan.
Inovasi ini dimotori oleh Lulu Lessy, A.Md.Kes, dan bertujuan untuk mendatangi langsung warga yang diduga mengidap penyakit TB guna segera didata dan mendapatkan penanganan medis.
“Ini adalah inovasi atau upaya yang kita lakukan agar langsung turun ke rumah pasien yang terduga TBC dengan pemerintah desa/kelurahan, kader kesehatan, dan juga bidan desa,” ungkap Lulu kepada merasai.id, Jumat (14/7/2023).
Lulu menjelaskan bahwa pola yang dilakukan dalam program ini adalah sinergitas antara pemerintah desa dan tenaga kesehatan. Pemerintah desa memberikan laporan kepada petugas kesehatan yang kemudian langsung melakukan pemeriksaan.
“Sinergitas pemerintah Desa/Kelurahan melalui kader kesehatan atau Bidan Desa memberikan laporan terkait warga yang memiliki ciri-ciri penyakit TBC berupa batuk dalam jangka waktu yang lama, sehingga kami akan turun memeriksa langsung untuk memastikan apakah itu TBC atau bukan” jelas Pelaksana program TB ini.
Lulu berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Dengan menyukseskan penyelenggaraan suspek di wilayah kerja dan gerakan akses pelayanan, kami memudahkan akses pelayanan kesehatan di masyarakat sehingga mereka dapat cepat mendapatkan penanganan sedini mungkin,” tambahnya.
Data menunjukkan peningkatan kasus TB di wilayah kerja Puskesmas Galala yang terdiri dari 13 desa/kelurahan. Pada tahun 2021 terdapat 42 kasus TB dan tahun 2022 meningkat menjadi 58 kasus.
“Kami berharap masyarakat dengan adanya program ini dapat lebih proaktif untuk penanganan sedini mungkin,” harap Lulu.






