TERNATE,- Tenaga kerja di bidang ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus pengembangan ekonomi oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku Utara, berkolaborasi dengan Kampoeng Melanesia, melalui kerjasama pengembangan kreativitas tenaga kerja mandiri, dan bakal calon tenaga kerja mandiri dari unsur mahasiswa, dalam pengembangan produk kreatif, melalui program kerjasama dan pendampingan yang berkelanjutan.
“Program ini dimaksudkan untuk proses pengembangan angkatan kerja produktif, dengan memanfaatkan dosen pendamping dari Universitas Khairun yang tergabung di Kampoeng Melanesia, dan mahasiswa berbagai daerah di Nusantara dalam mengembangkan kreativitas, karena itu dinas tenaga kerja dan transmigrasi Provinsi Maluku Utara, menginisiasi kerjasama ini agar proses pengembangan kompetensi tenaga kerja kedepan,” kata Kepala Disnakertrans Malut, Marwan Polisiri, Kamis (13/7/2023).
Kegiatan ini juga dilakukan penandatangan kerjasama dalam rangkai pelatihan Tuala lipa dan satu set peralatan pertukangan yang disaksikan oleh Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja RI Caswiyono Rusydie Cakrawangsa.
Sementara itu, Ulif Assagaf sebagai Kapita Ekonomi Kreatif menjelaskan model kerjasama kolaborasi, yang menghubungkan tenaga kerja, dunia usaha dan pemerintah menjadi penting.
“Karena itu kami mengundang juga pihak hotel, baik Hotel Muara maupun Hotel Sahid agar bisa menampung hasil produksi dari pelatihan, dan program ini didesain untuk pendampingan kepada para angkatan kerja dan calon angkatan kerja dari produksi sampai dengan pemasaran produk,” jelasnya.






