MARASAI.iD – Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, meresmikan Bendungan Beringin Agung di Desa Toliwang, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (16/7/2025).
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari rangkaian pemantauan dan pengembangan proyek-proyek strategis di kawasan transmigrasi Maluku Utara.
Didampingi sejumlah pejabat pusat, seperti Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Transmigrasi, Direktur Pengembangan Produk Unggulan Transmigrasi, serta Direktur Fasilitasi Penataan Persebaran Penduduk, Wamen disambut hangat oleh Bupati Piet Hein Babua dan Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad bersama Forkopimda Halut dan jajaran pemerintah daerah.
Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Wamentrans, disaksikan oleh masyarakat dan tokoh adat setempat. Bendungan Beringin Agung sendiri memiliki kapasitas debit air seluas 140 hektare dan diharapkan mampu menopang kebutuhan irigasi untuk lahan pertanian kawasan transmigrasi di wilayah itu.
Dalam sambutannya, Viva Yoga menegaskan bahwa transmigrasi bukan hanya soal pemerataan penduduk, tetapi juga instrumen strategis dalam membangun ketahanan pangan dan mengentaskan kemiskinan.
“Kawasan transmigrasi wajib berkontribusi terhadap ketahanan pangan, terutama dalam memproduksi Pajale—padi, jagung, dan kedelai,” ujar Viva Yoga.
Ia berharap program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian yang didorong oleh pemerintah pusat mampu meningkatkan produksi pangan secara signifikan di kawasan transmigrasi.
Sementara itu, Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menyampaikan bahwa transmigrasi di wilayahnya telah berlangsung sejak tahun 1982. Hingga kini, tercatat sebanyak 17.524 kepala keluarga atau 57.592 jiwa telah bermukim di kawasan transmigrasi Halut.
“Transmigrasi memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah, khususnya dalam sektor pangan,” ungkap Piet.
Menariknya, dalam sambutan yang diselingi canda, Wamen juga mengungkapkan adanya pembangunan peternakan sapi seluas 10.000 hektare di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melibatkan investor dari Brasil.
> “Brasil itu unik. Jumlah sapi bisa lebih banyak daripada jumlah penduduknya,” kelakar politisi PAN itu disambut tawa hadirin.
Wamen menambahkan, paradigma transmigrasi kini telah bergeser. Fokusnya tidak hanya membangun wilayah, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat transmigran.
Ia juga mengapresiasi kerja sama antar daerah, seperti MoU antara Kabupaten Lamongan dan Pulau Morotai dalam pengembangan ekonomi melalui komoditas telur bebek dan ikan.
Sebagai penutup, Viva Yoga menegaskan bahwa keberadaan Bendungan Beringin Agung sangat strategis untuk menopang kebutuhan air di sektor pertanian serta mendukung kemajuan kawasan transmigrasi, tidak hanya di Halmahera Utara tetapi juga wilayah lain di Maluku Utara.
“Bendungan ini punya peran vital bagi kesejahteraan masyarakat, terutama petani di Toliwang dan sekitarnya,” tandasnya.
Usai acara peresmian, Wamen juga turut menyaksikan prosesi tanam padi perdana oleh petani setempat dan berfoto bersama seluruh jajaran yang hadir.
Diketahui, Maluku Utara memiliki delapan kawasan transmigrasi, terdiri dari empat kawasan prioritas nasional dan empat kawasan prioritas sektoral, yang tersebar di berbagai kabupaten termasuk Halmahera Selatan.






