Meriam Portugis dan Rumah Gubernur Pertama Irian Barat Jadi Cagar Budaya Nasional

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE – Dua objek cagar budaya yang diusulkan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, yakni Meriam Portugis Manuel Tavares Bocarro dan Rumah Jabatan Gubernur Pertama Irian Barat, resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional Tahun 2026.

Keputusan tersebut diambil dalam Sidang Kajian Penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada 29-31 Juli 2026.

Dalam sidang tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui tim kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mempresentasikan kedua objek yang diusulkan. Tim Ahli Cagar Budaya Nasional menilai keduanya memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kebudayaan, serta menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Sidang dipimpin Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Nasional, Surya Helmi. Setelah melalui proses kajian, pembahasan, dan penilaian, tim memutuskan menetapkan Meriam Portugis Manuel Tavares Bocarro dan Rumah Jabatan Gubernur Pertama Irian Barat sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional Tahun 2026.

Baca Juga :  Festival Budaya Sumkusu III Resmi Dibuka, Dorong Pelestarian Budaya dan Solidaritas Warga

Surya Helmi menjelaskan, Rumah Jabatan Gubernur Pertama Irian Barat memiliki nilai sejarah yang erat kaitannya dengan Sultan Zainal Abidin Syah, Sultan Tidore yang dipercaya Pemerintah Republik Indonesia sebagai Gubernur Pertama Irian Barat.

“Sultan Zainal Abidin Syah yang kini telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional memegang peran penting dalam proses integrasi Irian Barat ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Meriam Portugis Manuel Tavares Bocarro merupakan peninggalan bersejarah yang menjadi bukti hubungan bangsa Eropa, khususnya Portugis dan Spanyol, dengan Kesultanan Tidore pada masa kolonial. Keberadaan meriam tersebut dinilai memiliki arti penting dalam perkembangan sejarah Maluku Utara sekaligus memperkuat narasi sejarah nasional.

Menurut Surya, dengan penetapan tersebut, jumlah Cagar Budaya Peringkat Nasional yang berada di Provinsi Maluku Utara kini bertambah menjadi 10 objek.

Baca Juga :  Pemkot Tidore Dukung Penuh Kajian Bahasa Daerah Tidore

“Penetapan ini merupakan bentuk pengakuan negara terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya yang memiliki nilai luar biasa bagi sejarah nasional,” ujarnya.

Ia juga merekomendasikan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk meningkatkan upaya perlindungan terhadap berbagai cagar budaya di daerah, mengingat ancaman kerusakan yang semakin besar.

Selain itu, Surya mendorong agar Museum Perang Dunia II di Pulau Morotai kembali diaktifkan sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan edukasi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengatakan penetapan kedua objek tersebut diharapkan semakin memperkuat upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya di Maluku Utara.

“Penetapan ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran seluruh pihak untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai sarana pembelajaran sekaligus memperkuat identitas bangsa,” kata Abubakar.(*)

Berita Terkait

Warga Patungan Rp10 Juta untuk Buka Jalan Tani di Mafututu
Jauh dari Kota, Dekat dengan Indonesia: Tiga Pemuda Tobelo Dalam Kibarkan Merah Putih di Pedalaman Halmahera
Puncak Semarak HUT RI Ke-81, BPD KKSS dan PD IWSS Tidore Kepulauan Pererat Silaturahmi
Gubernur Sherly Hadiri Renungan Suci di TMP Banau
Tobo Safar di Tidore, Wagub Malut Lestarikan Tradisi Sekaligus Tebar Semangat Sportivitas
Seminar Budaya Ungkap Makna Ritual Adat Dol Meja, Warisan Kearifan Lokal Masyarakat Sula
Ketua TP PKK Tidore Apresiasi Mahasiswa KKN dan Pemuda Gurabunga Sukses Gelar Porseni 2026
Lomba Tarian Tradisional Kie Raha Sebagai Ajang Pelestarian Budaya di Kota Tidore
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Warga Patungan Rp10 Juta untuk Buka Jalan Tani di Mafututu

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Jauh dari Kota, Dekat dengan Indonesia: Tiga Pemuda Tobelo Dalam Kibarkan Merah Putih di Pedalaman Halmahera

Senin, 17 Agustus 2026 - 05:09 WIB

Puncak Semarak HUT RI Ke-81, BPD KKSS dan PD IWSS Tidore Kepulauan Pererat Silaturahmi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Gubernur Sherly Hadiri Renungan Suci di TMP Banau

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:55 WIB

Meriam Portugis dan Rumah Gubernur Pertama Irian Barat Jadi Cagar Budaya Nasional

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:13 WIB

Tobo Safar di Tidore, Wagub Malut Lestarikan Tradisi Sekaligus Tebar Semangat Sportivitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:50 WIB

Seminar Budaya Ungkap Makna Ritual Adat Dol Meja, Warisan Kearifan Lokal Masyarakat Sula

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:25 WIB

Ketua TP PKK Tidore Apresiasi Mahasiswa KKN dan Pemuda Gurabunga Sukses Gelar Porseni 2026

Berita Terbaru