SOFIFI – Alunan paduan suara sebentar lagi akan menggema di Sofifi. Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara bersiap menggelar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat provinsi 2025 pada 12–15 September mendatang. Bukan sekadar ajang seni, Pesparawi kali ini digadang menjadi momentum untuk meneguhkan moderasi beragama dan merajut kerukunan di Bumi Moloku Kie Raha.
Kepala Kanwil Kemenag Malut, Amar Manaf, menegaskan bahwa Pesparawi bukan hanya persiapan menuju ajang nasional di Papua Barat tahun 2026, tetapi juga ruang perjumpaan antarumat yang mengedepankan cinta dan toleransi.
“Kerukunan itu tidak sekadar menghormati perbedaan, melainkan menumbuhkan rasa cinta. Jika ada cinta dan kedamaian, maka menghargai umat lain menjadi sikap yang lahir dengan sendirinya,” tutur Amar di Sofifi, Selasa (9/9/2025).
Ia menekankan, seluruh kegiatan keagamaan—baik STQ, MTQ, Pesparawi, Pesparani, maupun kegiatan Hindu dan Buddha—harus menjadi bagian dari pendidikan moderasi beragama. “Inilah pondasi penting untuk membangun Indonesia yang rukun, adil, dan damai,” tambahnya.
Dari sisi teknis, Ketua Lembaga Pembinaan Pesparawi Daerah (LPPD) Malut, Naly Thomas, memastikan persiapan panitia sudah 70 persen rampung. Sebanyak 414 peserta dan 80 ofisial akan tampil dalam 12 mata lomba, mulai dari paduan suara campuran, solo, vokal grup, hingga lomba yanger. Ribuan masyarakat juga diperkirakan hadir untuk menyaksikan pembukaan di halaman Kantor Kemenag Malut.
“Pesparawi tidak hanya menampilkan seni bernuansa religius, tetapi juga memperkuat seni, budaya, sekaligus menjadi cermin kemajuan masyarakat. Kami ingin momentum ini melibatkan semua elemen, terutama umat Kristiani di sekitar Sofifi dan Oba,” ujar Thomas.
Menariknya, pemenang Pesparawi tahun lalu akan kembali tampil untuk diuji langsung oleh juri tingkat nasional. Hal ini diharapkan bisa menjadi bekal berharga sebelum berlaga di ajang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Papua Barat tahun 2026 mendatang.
Dukungan pun mengalir dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Gubernur Serly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe disebut memberikan apresiasi penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.








