MARASAI.iD – HK alias Herman, seorang pemuda dari Desa Bega, Kecamatan Sulabesi Tengah, akhirnya buka suara terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang siswi di bawah umur. Namun, bukannya mengakui perbuatannya, ia justru berkelit dan memberikan alasan yang terkesan mengaburkan fakta.
Dalam keterangannya, Herman membantah telah melakukan pemukulan terhadap korban. Ironisnya, di saat yang sama, ia mengakui bahwa dirinya dalam keadaan mabuk saat kejadian berlangsung.
“Malam itu, bertepatan dengan acara pesta ronggeng. Saya sendiri tidak tahu kalau saya sedang memukul korban. Kalau pun saya memukul, pasti saya tahu alasannya, apalagi itu anak didikan atlet voli,” ujarnya kepada MARASAI.id, Rabu (29/1/2025).
Pernyataan Herman justru semakin menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut keesokan harinya setelah ayah korban datang menegurnya.
“Saya baru tahu setelah ayah korban bilang kalau saya telah memukul anaknya. Saya kaget, tapi saya benar-benar tidak tahu,” kilahnya.
Lebih lanjut, saat ditanya apakah dirinya juga berusaha mencekik leher seorang saksi, Herman kembali membantah. Namun, ia tak bisa mengelak ketika ditanya soal konsumsi minuman keras.
“Saya memang mengkonsumsi minuman keras, saya tidak menyangkal itu. Saya tidak lari dari kenyataan. Tapi ada yang bilang saya mencekik saksi, sedangkan memukul saja saya tidak tahu, apalagi mencekik leher,” dalihnya.
Meski terus mengelak, Herman mengklaim siap menghadapi proses hukum yang berjalan.
“Saya siap mengikuti proses ini lebih lanjut. Saya tidak lari,” tutupnya.








