SOFIFI — Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Bumi Hijrah (IKA FATEK UNIBRAH) bersama Fakultas Teknik Universitas Bumi Hijrah mengambil langkah nyata dalam menyikapi persoalan sampah di Kota Sofifi.
Kepedulian tersebut diwujudkan melalui pemasangan papan imbauan larangan membuang sampah di sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi pembuangan sampah sembarangan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah sampah mengganggu fasilitas umum dan fungsi infrastruktur, khususnya saluran drainase yang berpotensi meningkatkan risiko genangan hingga banjir.
Ketua IKA FATEK UNIBRAH, Yogi Arie Saputra, S.T., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian alumni Fakultas Teknik terhadap kondisi lingkungan di Kota Sofifi.
Menurutnya, persoalan sampah tidak semata-mata berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga menyangkut infrastruktur, lingkungan, kesehatan masyarakat, dan kualitas ruang kota.
“Kami melihat persoalan sampah di Sofifi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan bersama. Apa yang kami lakukan hari ini memang sederhana, tetapi kami ingin memulai dari hal kecil yang dapat memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Yogi.
Ia menjelaskan, sampah yang dibuang sembarangan, terutama ke saluran drainase, lahan kosong, pinggir jalan, dan kawasan permukiman, dapat menimbulkan berbagai persoalan apabila tidak dikelola dengan baik.
“Ketika sampah masuk ke drainase, dampaknya bukan hanya lingkungan menjadi kotor. Saluran dapat tersumbat, genangan dan banjir bisa terjadi, fasilitas umum terganggu, dan pada akhirnya dapat berdampak terhadap kesehatan serta kenyamanan masyarakat,” jelasnya.

Hal menarik dalam kegiatan tersebut adalah salah satu papan imbauan yang dipasang dibuat dengan memanfaatkan sampah plastik yang telah dikumpulkan dan didaur ulang.
Menurut Yogi, langkah tersebut sengaja dilakukan untuk menunjukkan bahwa penanganan sampah tidak harus berhenti pada kegiatan membersihkan lingkungan. Sampah yang masih memiliki potensi dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna bahkan nilai ekonomi.
“Kami ingin memberikan contoh bahwa sampah plastik masih memiliki nilai apabila dikelola dengan baik. Hari ini kami manfaatkan menjadi papan imbauan. Ke depan, material seperti ini dapat dikembangkan menjadi meja, kursi, papan informasi, fasilitas taman, dan berbagai produk lainnya,” ungkapnya.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Bumi Hijrah, Dedi M. Buamona, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan IKA FATEK UNIBRAH bersama alumni dan mahasiswa.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi kepedulian sivitas akademika terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Kami mengapresiasi inisiatif IKA FATEK UNIBRAH bersama alumni dan mahasiswa yang telah mengambil bagian dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ilmu dan kepedulian dari lingkungan kampus dapat diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat,” ujar Dedi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui pendekatan edukasi, inovasi teknologi tepat guna, serta kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas masyarakat.
Selain memasang papan imbauan, pengurus IKA FATEK UNIBRAH bersama alumni dan mahasiswa juga melakukan sosialisasi langsung kepada sejumlah warga di sekitar lokasi kegiatan.
Masyarakat diajak menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta mulai memilah sampah yang masih dapat dimanfaatkan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang dialog antara alumni, mahasiswa, dan masyarakat untuk memahami persoalan sampah yang terjadi di lingkungan sekitar.
Sejumlah alumni Fakultas Teknik yang terlibat dalam kegiatan tersebut di antaranya Irfan Lamane, S.T., Fasriyani B. Arif, S.T., Nunung A. Kader, S.T., dan Irfandi S. Usman.
Mereka turut mengambil bagian dalam pemasangan papan, pengumpulan dan pemanfaatan material sampah plastik, serta sosialisasi kepada masyarakat.
Sementara itu, mahasiswa Muhammad Dzikra Mursalim, Dewanti Musa, dan Fitrah Maulana Guret turut terlibat sebagai bagian dari upaya mendorong kepedulian generasi muda terhadap persoalan lingkungan di Kota Sofifi.
Keterlibatan alumni dan mahasiswa tersebut diharapkan menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari lingkungan kampus dan kemudian diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
IKA FATEK UNIBRAH juga mendorong agar persoalan sampah dilihat dari perspektif yang lebih luas, termasuk sebagai peluang menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Edukasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara komunitas pengelola sampah, pelaku UMKM, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mengembangkan berbagai produk berbahan sampah yang memiliki nilai guna.
“Kami berharap langkah kecil ini dapat menjadi edukasi bagi komunitas sampah dan pemerintah bahwa pengelolaan sampah bisa diarahkan menjadi sesuatu yang produktif. Sampah plastik dapat dikurangi dari lingkungan sekaligus diolah menjadi produk yang mempunyai nilai guna dan nilai ekonomi,” kata Yogi.
IKA FATEK UNIBRAH menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan solusi tunggal terhadap persoalan sampah di Kota Sofifi. Namun, gerakan tersebut diharapkan menjadi pemantik kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, alumni, mahasiswa, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat.
“Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti pada pemasangan papan imbauan. Harapannya, ini menjadi awal dari gerakan bersama untuk membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan juga berarti menjaga infrastruktur, kesehatan masyarakat, dan masa depan Kota Sofifi,” tutup Yogi.
Melalui kegiatan tersebut, IKA FATEK UNIBRAH berharap semakin banyak pihak tergerak untuk bersama-sama mengatasi persoalan sampah di Maluku Utara, khususnya Kota Sofifi, melalui pendekatan edukasi, kolaborasi, inovasi, serta pemanfaatan sampah menjadi sumber nilai ekonomi bagi masyarakat.






