TIDORE — Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Tidore Kepulauan, dr. Zuhrinah, mulai melakukan pembenahan internal dengan turun langsung meninjau seluruh unit pelayanan dan penunjang rumah sakit.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen manajemen baru RSD Tidore untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus memperbaiki berbagai kekurangan yang selama ini dikeluhkan.
Menindaklanjuti rapat evaluasi, jajaran direksi melakukan inventarisasi kebutuhan riil di setiap unit, mulai dari fasilitas, sumber daya manusia (SDM), hingga dukungan anggaran.
Dalam kunjungannya, dr. Zuhrinah mengatakan kegiatan ini bertujuan mendata secara langsung kondisi di lapangan serta mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masing-masing unit kerja.
“Kami ingin memastikan seluruh kebutuhan unit terdata dengan baik, dan setiap permasalahan bisa segera ditindaklanjuti. Kunjungan ini menjadi dasar manajemen dalam menyusun program prioritas serta rencana pengembangan rumah sakit ke depan,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Senada, Wakil Direktur Umum dan Sumber Daya RSD Tidore, dr. Megawati Abubakar, menegaskan pendataan tidak hanya menyangkut sarana fisik, tetapi juga kebutuhan tenaga kesehatan dan penguatan anggaran.
Menurutnya, manajemen keuangan dan SDM yang kuat menjadi kunci dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan.
“Dari inventarisasi ini kami mendapat gambaran langsung terkait kebutuhan tenaga, sarana kerja, hingga dukungan anggaran. Hasilnya akan menjadi dasar perencanaan keuangan yang lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan, Nurdiana E. Achmad, menekankan pentingnya optimalisasi mutu pelayanan medis dan keperawatan. Evaluasi dilakukan terhadap alur layanan, standar operasional prosedur (SOP), serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
“Kami ingin memastikan pelayanan kepada pasien berjalan cepat, tepat, dan aman. Masukan dari unit pelayanan sangat penting untuk menyempurnakan sistem layanan serta meningkatkan kepuasan masyarakat,” tuturnya.
Di sisi lain, Wakil Direktur Penunjang, Ely Kasim, menyoroti peran strategis unit penunjang medis dan nonmedis, termasuk ketersediaan peralatan, sistem teknologi informasi, serta fasilitas pendukung lainnya.
“Unit penunjang adalah tulang punggung pelayanan. Karena itu, pemenuhan peralatan, pemeliharaan fasilitas, dan penguatan sistem penunjang menjadi perhatian utama,” katanya.
Kunjungan direksi ini disambut positif oleh kepala unit dan staf, yang berharap hasil pendataan segera ditindaklanjuti melalui program perbaikan berkelanjutan.
Melalui langkah proaktif tersebut, RSD Kota Tidore Kepulauan menegaskan komitmennya untuk terus berbenah demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, serta berorientasi pada keselamatan pasien.






