TIDORE – Warga Kota Tidore Kepulauan menilai Sistem Informasi Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) yang dikembangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan efektif dalam menekan risiko bencana alam di wilayah tersebut.
Penilaian itu disampaikan salah satu warga Tidore Kepulauan, Risman Tidore. Ia mengatakan, keberadaan EWS sangat membantu masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana, seperti banjir, tanah longsor, gelombang laut, hingga tsunami.
“EWS yang dikembangkan BPBD Kota Tidore Kepulauan membuat warga lebih siap menghadapi bencana. Informasi dapat diterima lebih cepat dan akurat, sehingga masyarakat memiliki waktu untuk melakukan langkah antisipasi,” ujar Risman.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dalam sistem peringatan dini merupakan langkah tepat, mengingat karakter geografis Tidore sebagai wilayah kepulauan yang rawan bencana, khususnya pada periode akhir hingga awal tahun. Saat ini, BPBD Kota Tidore Kepulauan telah memasang perangkat EWS digital di sejumlah titik rawan banjir yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Bencana (SIMBA), serta didukung penyebaran informasi melalui platform komunikasi seperti WhatsApp.
Selain kecepatan informasi, kemampuan EWS dalam menyajikan data secara real-time juga dinilai sangat membantu proses evakuasi. Melalui simulasi EWS di sungai-sungai utama dan titik rawan bencana, masyarakat bersama petugas dapat bergerak lebih cepat dalam merespons potensi ancaman.
Risman juga mengapresiasi langkah BPBD dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan warga sejak tahap pra-bencana hingga pascabencana menjadi kunci dalam membangun sistem mitigasi bencana yang berkelanjutan.
Di sisi lain, upaya BPBD melakukan sosialisasi dan pendidikan kebencanaan di sekolah-sekolah di Pulau Tidore turut mendapat respons positif. Edukasi sejak dini dinilai mampu menumbuhkan budaya sadar bencana di kalangan pelajar dan lingkungan sekolah.
Risman berharap BPBD Kota Tidore Kepulauan terus meningkatkan akurasi data serta kecepatan penyampaian informasi kepada masyarakat, sekaligus melakukan pembaruan sistem EWS secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga.








