Desak Diskualifikasi Paslon 04, AMMU Tuding Tito Karnavian dan Pejabat Malut Terlibat Kecurangan

- Jurnalis

Kamis, 5 Desember 2024 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi AMMU di Sofifi.

Aksi AMMU di Sofifi.

MARASAI.iD – Aliansi Masyarakat Maluku Utara (AMMU) kembali mengecam keras dugaan kecurangan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara. Dalam aksi yang digelar Kamis (5/12) di Bundaran 99 Sofifi.

AMMU menuntut diskualifikasi Paslon Nomor Urut 4, yang dituding melakukan pelanggaran pemilu secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Koordinator aksi, Taskin Salim, menyatakan bahwa bukti-bukti kecurangan sudah sangat jelas, mulai dari praktik politik uang, intervensi pejabat, hingga pengarahan tenaga pendidik dan ASN untuk mendukung Paslon 04.

Baca Juga :  Nasib Guru Ahmad: Divonis BKN Manado, Dieksekusi BKD Malut

“Kami memiliki bukti nyata. Ada praktik money politic yang tertangkap basah oleh warga, pengarahan kepala sekolah dan guru Kemenag, hingga intervensi terang-terangan dari Penjabat Sekda Provinsi yang percakapannya tersebar luas di media sosial,” tegas Taskin di tengah demonstrasi.

Menurut AMMU, kecurangan ini mencoreng integritas pemilu dan membahayakan demokrasi di Maluku Utara. Tidak hanya menuntut diskualifikasi Paslon 04, mereka juga mendesak Presiden RI untuk mencopot pejabat yang diduga terlibat dalam skenario kecurangan tersebut.

Baca Juga :  Panwascam Oba Utara Lakukan Tes Wawancara pada Calon PKD

“Kami menuntut Presiden segera mencopot Mendagri Tito Karnavian, PJ Gubernur Syamsuddin A. Kadir, dan PJ Sekda Abubakar Abdullah. Mereka adalah aktor utama di balik hancurnya proses demokrasi di daerah ini,” seru Taskin.

Aksi ini tidak hanya diikuti oleh AMMU, tetapi juga simpatisan dari Paslon 01, 02, dan 03, yang merasa dirugikan atas dugaan pelanggaran TSM tersebut.

Berita Terkait

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu
Muscab PKB Tidore Jadi Ajang Konsolidasi, Dorong Politik Berkeadilan dan Pro-Rakyat
Ketua Fraksi PDIP Nilai Protes 8 PAC di Tidore sebagai Dinamika Organisasi
DPC PDIP Kota Tidore Kepulauan didesak Copot Ketua DPRD Ade Kama
Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Berita ini 689 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:02 WIB

Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:08 WIB

Diduga Disuruh Kades, Mobil Dinas Desa Bere-Bere Kecil Dijual ke Besi Tua Seharga Rp500 Ribu

Sabtu, 18 April 2026 - 07:05 WIB

Muscab PKB Tidore Jadi Ajang Konsolidasi, Dorong Politik Berkeadilan dan Pro-Rakyat

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:21 WIB

Ketua Fraksi PDIP Nilai Protes 8 PAC di Tidore sebagai Dinamika Organisasi

Selasa, 27 Januari 2026 - 13:54 WIB

DPC PDIP Kota Tidore Kepulauan didesak Copot Ketua DPRD Ade Kama

Senin, 19 Januari 2026 - 06:54 WIB

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:50 WIB

Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Berita Terbaru