SMAN 2 Halteng Kekurangan Guru, Fasilitas Belajar hingga Rumah Dinas Jadi Sorotan

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATANI — Persoalan pemerataan dan kualitas pendidikan masih menjadi tantangan di wilayah pelosok Halmahera Tengah. Kondisi tersebut tergambar dari berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dan civitas akademika SMA Negeri 2 Halmahera Tengah, Kecamatan Patani, Kamis (1/10/2026).

Dalam agenda tersebut, kekurangan tenaga pendidik, keterbatasan sarana dan prasarana, hingga kebutuhan fasilitas penunjang bagi guru menjadi sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah daerah.

Salah satu persoalan yang paling disorot adalah keterbatasan guru untuk sejumlah mata pelajaran, khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Seni Budaya, serta Prakarya.

Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin berat menyusul munculnya informasi mengenai kemungkinan sejumlah tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dirumahkan.

Pihak sekolah dan masyarakat khawatir jika hal tersebut terealisasi, ketersediaan guru akan semakin terbatas dan berdampak terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar di SMAN 2 Halmahera Tengah.

Selain tenaga pendidik, persoalan sarana dan prasarana juga masih menjadi pekerjaan rumah. Sekolah mengaku masih kekurangan meja dan kursi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Baca Juga :  Reses di SMKN 2 Haltim, Astrid Tiarasari Yasin Tampung Usulan Bus Sekolah hingga Rumah Dinas Guru

Kebutuhan lainnya adalah pembangunan lapangan serbaguna yang representatif. Fasilitas tersebut diharapkan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan sekolah, termasuk upacara bendera dan aktivitas olahraga siswa.

Kondisi geografis dan keterbatasan fasilitas penunjang juga menjadi perhatian terhadap keberlangsungan tugas guru. Masyarakat mengusulkan pembangunan rumah dinas di lingkungan sekolah, terutama untuk memberikan dukungan hunian bagi tenaga pendidik yang berasal dari luar Kecamatan Patani.

Di bidang digitalisasi, SMAN 2 Halmahera Tengah sebenarnya telah memperoleh dukungan akses internet melalui perangkat Starlink dan program Bakti Kominfo. Namun, pemanfaatannya belum berjalan optimal karena masih ditemukan kendala teknis dalam pengoperasian layanan tersebut.

Padahal, keberadaan jaringan internet dinilai penting untuk menunjang proses pembelajaran, terutama dalam memperluas akses siswa dan guru terhadap sumber-sumber pembelajaran digital.

Baca Juga :  Astrid Tiarasari Yasin Serap Aspirasi di SMKN 5 Tidore, Pagar dan Peralatan Praktek jadi Kebutuhan

Tidak hanya fasilitas pembelajaran, sekolah juga mengharapkan dukungan untuk kegiatan ekstrakurikuler. Salah satunya berupa pengadaan peralatan marching band yang diharapkan dapat menghidupkan kembali kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah pengembangan bakat dan karakter siswa.

Berbagai persoalan tersebut kini menjadi aspirasi yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, DPRD, serta pemangku kepentingan terkait.

Masyarakat berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada tahap pendataan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program dan dukungan nyata.

Pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik, sarana belajar, infrastruktur dasar, fasilitas guru, hingga dukungan digitalisasi dinilai penting untuk memastikan siswa di wilayah Patani memperoleh kesempatan pendidikan yang layak dan setara.

Aspirasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pemerataan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan keberadaan sekolah, tetapi juga memastikan tersedianya guru, fasilitas belajar, infrastruktur pendukung, serta lingkungan pendidikan yang mampu menunjang proses belajar siswa secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Ade Kama Dorong Pemanfaatan DTT Sesuai Kebutuhan Mendesak Masyarakat
Reses Astri Tiarasari di SMK Marhaen Haltim, Siswa Soroti Kelas hingga Transportasi
Reses Astri Tiarasari Ungkap Persoalan SMK Maritim Muhammadiyah Haltim, dari Listrik hingga Gaji Guru
Astri Tiarasari Serap Aspirasi Warga Nusliko, Krisis Lahan dan Fasilitas Dasar Jadi Sorotan
APBD Perubahan 2026 Disetujui, Pemkot Tidore Dorong Pengelolaan Anggaran Tepat Sasaran
SMKN 8 Halteng Soroti Minim Komputer dan Rumah Dinas Guru, Astri Janji Kawal Aspirasi
Dari Keluhan Atap Katu hingga Usulan Infrastruktur, Warga Waleh Sampaikan Deretan Aspirasi ke DPRD Malut
Reses Astrid Tiarasari di Sakam, Warga Soroti Jalan, Miras dan Narkoba
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ade Kama Dorong Pemanfaatan DTT Sesuai Kebutuhan Mendesak Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Reses Astri Tiarasari di SMK Marhaen Haltim, Siswa Soroti Kelas hingga Transportasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Reses Astri Tiarasari Ungkap Persoalan SMK Maritim Muhammadiyah Haltim, dari Listrik hingga Gaji Guru

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:12 WIB

SMAN 2 Halteng Kekurangan Guru, Fasilitas Belajar hingga Rumah Dinas Jadi Sorotan

Rabu, 30 September 2026 - 23:44 WIB

Astri Tiarasari Serap Aspirasi Warga Nusliko, Krisis Lahan dan Fasilitas Dasar Jadi Sorotan

Selasa, 29 September 2026 - 18:02 WIB

APBD Perubahan 2026 Disetujui, Pemkot Tidore Dorong Pengelolaan Anggaran Tepat Sasaran

Selasa, 29 September 2026 - 14:12 WIB

SMKN 8 Halteng Soroti Minim Komputer dan Rumah Dinas Guru, Astri Janji Kawal Aspirasi

Senin, 28 September 2026 - 14:11 WIB

Dari Keluhan Atap Katu hingga Usulan Infrastruktur, Warga Waleh Sampaikan Deretan Aspirasi ke DPRD Malut

Berita Terbaru