WEDA — Keterbatasan sarana pembelajaran berbasis teknologi hingga minimnya fasilitas hunian bagi tenaga pendidik menjadi sorotan dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Astri Tiarasari Yasin, di SMK Negeri 8 Halmahera Tengah (Halteng), Selasa (29/9/2026).
Dalam tatap muka bersama pihak sekolah, guru, dan siswa, berbagai persoalan pendidikan disampaikan secara langsung. Mulai dari keterbatasan perangkat komputer, kebutuhan rumah dinas guru, kekurangan tenaga pengajar sesuai bidang keahlian, hingga pembangunan sejumlah fasilitas penunjang pendidikan.
Kepala SMKN 8 Halteng mengatakan, sebagai satu-satunya SMK negeri di wilayah pesisir Kota Weda, sekolah tersebut membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.
Menurutnya, keterbatasan perangkat komputer menjadi salah satu kendala utama dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM), termasuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang membutuhkan dukungan perangkat teknologi.
Sebagian besar komputer yang tersedia di sekolah mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat guru harus menggunakan bahkan meminjamkan laptop pribadi untuk menunjang proses pembelajaran.
Selain persoalan perangkat digital, pihak sekolah juga menyoroti belum tersedianya rumah dinas bagi guru, terutama tenaga pendidik produktif yang didatangkan dari luar daerah.
Tingginya biaya sewa tempat tinggal di kawasan Weda dinilai menjadi beban tersendiri, khususnya bagi guru yang masih berstatus honorer.
Dorong Penambahan Guru dan Infrastruktur
Aspirasi juga disampaikan jajaran dewan guru. Junaidi Gafar, Asman, dan Wahyuni menyoroti keterbatasan tenaga pengajar yang memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang keahlian yang diajarkan.
Kebutuhan tersebut terutama dirasakan pada Jurusan Teknik Listrik, Perhotelan, dan Perkantoran.
Selain tenaga pendidik, pihak sekolah mengusulkan sejumlah pembangunan infrastruktur fisik. Di antaranya melanjutkan pembangunan pagar keliling sekolah sepanjang sekitar 100 meter untuk meningkatkan keamanan lingkungan sekolah.
Sekolah juga mengusulkan pembangunan lapangan serbaguna yang dapat digunakan untuk kegiatan upacara sekaligus mendukung pembinaan olahraga dan atlet muda.
Pihak sekolah turut meminta percepatan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang hingga kini belum diterima oleh para siswa.
Sementara dari kalangan siswa, kebutuhan fasilitas disampaikan berdasarkan jurusan masing-masing.
Nindia dan Sufaldi mengusulkan pengadaan komputer, perangkat keras, perlengkapan gambar teknik, serta laptop.
Adam menyampaikan kebutuhan alat praktikum, khususnya alat peraga anatomi dan maket rangka manusia.
Sementara Eka Pratama mengusulkan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) untuk mendukung pembelajaran bidang kelistrikan.
Adapun Rizka menyampaikan kebutuhan sarana transportasi berupa bus sekolah atau fasilitas asrama bagi siswa yang berdomisili jauh dari lokasi sekolah.
Astri Jelaskan Kondisi Fiskal Daerah
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Astri Tiarasari Yasin menjelaskan kondisi fiskal Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang saat ini tengah mengalami penyesuaian.
Ia menyebut kebijakan efisiensi dan penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat turut berdampak terhadap kemampuan fiskal daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan.
“Kondisi fiskal daerah saat ini mengharuskan kita memahami skala prioritas. Meski demikian, seluruh aspirasi mendasar warga SMKN 8 Halteng, mulai dari rumah dinas, RKB, hingga fasilitas laboratorium, akan tetap saya inventarisasi dan kawal ketat melalui mekanisme penganggaran daerah,” tegas Astri.
Menurut Astri, aspirasi yang disampaikan pihak sekolah akan menjadi bahan inventarisasi untuk diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah.
Di tengah keterbatasan fiskal tersebut, Astri juga memberikan bantuan langsung berupa jersey dan bola untuk tim sepak bola serta tim bola voli SMKN 8 Halteng.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas olahraga dan pembinaan minat serta bakat siswa.
Kegiatan reses kemudian ditutup dengan suasana kekeluargaan. Astri menggelar kuis interaktif berhadiah yang diikuti para siswa dengan materi seputar pengetahuan umum, sebelum diakhiri dengan sesi foto bersama.






