TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, belum memastikan kapan pembelajaran tatap muka di sekolah kembali dilaksanakan menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Jamil Hadi, mengatakan keputusan untuk mengakhiri pembelajaran dari rumah masih menunggu perkembangan kondisi kualitas udara di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Jamil saat diwawancarai pada Sabtu 17 Oktober 2026. Menurut dia, pembelajaran dari rumah masih diberlakukan sebagai langkah untuk melindungi kesehatan siswa dari paparan asap karhutla.
Jamil menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan waktu dimulainya kembali pembelajaran tatap muka. Kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi udara di Kota Tidore Kepulauan.
“Kita lihat kondisi udara lagi. Belum bisa dipastikan kapan bisa mulai sekolah, jadi semua kembali ke kondisi cuaca,” ujar Jamil.
Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin memaksakan siswa kembali belajar di sekolah ketika kondisi lingkungan belum memungkinkan. Menurut dia, keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan pembelajaran.
“Jangan sampai kita paksakan anak-anak datang, hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” katanya.
Selain itu, Jamil menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak selama pembelajaran berlangsung dari rumah. Dukungan orang tua dinilai diperlukan agar proses belajar siswa tetap berjalan selama kebijakan tersebut diterapkan.
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan belum menetapkan batas waktu pemberlakuan pembelajaran dari rumah. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka selanjutnya akan mempertimbangkan perkembangan kondisi kualitas udara di wilayah tersebut.(*)






