SOFIFI – Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Astrid Tiarasari Yassin, melaksanakan reses masa sidang III tahun 2025 di SMK Negeri 5 Kota Tidore Kepulauan, Jumat (26/9/2025).
Dalam kesempatan itu, Astrid mendengarkan langsung aspirasi dari pihak sekolah, guru, hingga siswa terkait berbagai kebutuhan mendesak di lingkungan pendidikan.
Kepala SMKN 5 Tidore Kepulauan, Ismiyati Antarani, S.Pd.I, menyampaikan bahwa sekolah masih membutuhkan sejumlah sarana prasarana pendukung, antara lain pagar keliling sekolah, ruang praktik siswa, bus sekolah, asrama siswa, serta gedung aula serbaguna.
Sementara itu, salah satu guru, Yurni, menyoroti minimnya kesempatan alumni SMK Maluku Utara untuk diterima sebagai pegawai pelabuhan, meski daerah ini memiliki banyak pelabuhan. Ia juga menekankan pentingnya diklat berkelanjutan bagi tenaga pendidik. Namun, menurutnya, belakangan pelaksanaan diklat justru menjadi beban karena adanya efisiensi anggaran.
Guru lainnya, M. Nur, menegaskan kebutuhan mendesak siswa akan bus dan asrama, mengingat banyak pelajar yang berasal dari luar daerah, seperti Braha (Halmahera Barat) dan Siokona (Oba Tengah). Ia juga menyampaikan persoalan kesejahteraan guru, khususnya terkait penghasilan dan rapel yang belum dibayarkan oleh provinsi.
Dari sisi siswa, berbagai aspirasi juga disuarakan. Mustika, salah seorang siswi, meminta agar pemerintah menyediakan beasiswa jalur prestasi baik di bidang akademik, olahraga, maupun seni.
Aprilio, siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), berharap ada penambahan komputer karena keterbatasan fasilitas yang ada. Sedangkan Cintya menekankan pentingnya pelatihan tingkat lanjut dan berharap agar pihak BLK maupun Disnakertrans dapat memfasilitasi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Astrid menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, guru, dan siswa yang terbuka dalam menyampaikan kebutuhan. Ia akan memperjuangkan dan meneruskan aspirasi tersebut ke Komisi IV dan Dinas terkait di tingkat provinsi agar bisa masuk dalam program prioritas pemerintah daerah.
“Semua masukan ini akan saya bawa dan perjuangkan di DPRD. Pendidikan adalah investasi jangka panjang, sehingga kebutuhan dasar sekolah dan siswa harus menjadi perhatian utama,” ujar Astrid.








