TIDORE — Dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan media, Polresta Tidore menggelar kegiatan Coffee Morning bersama mitra wartawan, Selasa (20/1/2026), di Markas Polresta Tidore.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Tidore, Kombes Pol. Ampi Mesias Von Bulow, dan dihadiri jajaran Polresta Tidore serta puluhan wartawan dari berbagai media. Coffee Morning ini menjadi ruang dialog terbuka untuk menyamakan persepsi terkait penyampaian informasi kepada publik, khususnya mengenai program dan kinerja Polri di wilayah hukum Polresta Tidore.
Dalam sambutannya, Kapolresta Tidore menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada insan pers atas peran strategis media sebagai jembatan informasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Ia menegaskan komitmen Polresta Tidore untuk terbuka dalam memberikan data dan informasi, sepanjang tetap berpedoman pada ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.
“Kami menyadari media memiliki posisi yang sangat strategis dalam menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan berimbang kepada masyarakat. Karena itu, kami berharap komunikasi dan kolaborasi antara Polresta Tidore dan insan pers dapat terus terjalin dengan baik,” ujar Kapolresta.
Kapolresta juga menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam peliputan, terutama terhadap perkara yang masih dalam tahap penyelidikan. Menurutnya, penggunaan inisial dalam pemberitaan diperbolehkan sepanjang bertujuan menjaga kerahasiaan dan tidak menimbulkan persoalan baru.
“Terlebih jika melibatkan anak di bawah umur, maka wajah, nama, dan seluruh identitas wajib disamarkan sebagai bentuk perlindungan dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar perkara yang masih dalam tahap penyelidikan tidak diekspos secara luas ke publik karena berpotensi mengganggu proses penegakan hukum, termasuk risiko pihak yang dicari melarikan diri atau menghilang.
Selain itu, Kapolresta menilai peran media sangat penting dalam menyosialisasikan program-program Polri kepada masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi yang baik antara Polresta, wartawan, dan pemerintah daerah perlu terus dijaga agar informasi yang disampaikan bersifat edukatif, konstruktif, dan berimbang.
Sementara itu, Ketua Komunitas Wartawan Kota Tidore (KAWATAK), Suratmin Idrus, menyampaikan bahwa tidak semua informasi dapat langsung dikategorikan sebagai informasi publik. Namun demikian, pers diharapkan tidak hanya meliput dinamika kepentingan media semata, melainkan juga berkontribusi menyebarluaskan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat secara sehat dan bertanggung jawab.
Ia menambahkan, kondisi geografis Kota Tidore Kepulauan yang wilayahnya tersebar dan sebagian berada di seberang lautan menuntut adanya akselerasi dan keseriusan dalam memperlancar arus informasi kepada masyarakat.
“Jika komunikasi berjalan efektif, efisien, dan berorientasi pada tujuan bersama, maka pers tidak hanya mempublikasikan aktivitas rutin, tetapi juga mampu menghadirkan informasi yang berkualitas,” ujarnya.
Ketua KAWATAK juga mengusulkan agar anggota KAWATAK dapat dilibatkan secara aktif dalam berbagai kegiatan Polresta Tidore, seperti Operasi Tertib Lalu Lintas dan Operasi Yustisi, sehingga wartawan dapat memahami langsung pelaksanaan tugas kepolisian dan menyampaikan informasi yang lebih utuh, akurat, dan berimbang kepada publik.
Pada kesempatan yang sama, Penasehat KAWATAK, Yakub Jumadil, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Polresta Tidore dalam membangun komunikasi dengan insan pers. Ia berharap sinergi dan keterbukaan tersebut terus ditingkatkan demi terciptanya penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Tidore Kepulauan.
Kegiatan Coffee Morning berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, serta diharapkan semakin memperkuat kemitraan profesional antara Polresta Tidore dan insan pers dalam mendukung penyampaian informasi yang humanis dan bertanggung jawab kepada masyarakat. (*)






