MARASAI.iD – Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Sula, Maluku Utara, terus memperkuat sistem keamanan lingkungan (Siskamling) melalui program “Jaga Sula”. Rabu (4/6/2025), sebanyak puluhan relawan resmi dikukuhkan dan dibekali materi keamanan dalam sebuah kegiatan yang digelar di Aula Polres Sula.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Tim Perumus Jaga Sula yang diketuai Dr. Sahrul Takim, para guru Bimbingan Konseling, perwakilan nelayan dan motoris, hingga ketua-ketua pemuda se-Kecamatan Sanana.
Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Kodrat Muh Hartanto menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.
“Alhamdulillah, hari ini kami mengukuhkan relawan Jaga Sula sekaligus memberikan pembekalan untuk program ke depan. Respons masyarakat sangat positif,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keamanan harus dibangun dari diri sendiri sebelum meluas ke lingkungan sekitar.
“Kita mulai dari menjaga diri sendiri, lalu keluarga, lingkungan, hingga seluruh Sula,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Perumus Jaga Sula, Dr. Sahrul Takim, menyebut program ini akan fokus pada sejumlah isu sosial mendesak, dengan kekerasan seksual sebagai prioritas utama.
“Masalah kekerasan seksual menempati urutan kedua dalam daftar masalah sosial yang kami temukan. Ini sangat memprihatinkan,” jelasnya.
Selain itu, relawan Jaga Sula juga akan dibekali pengetahuan dan kemampuan dalam menghadapi persoalan narkoba, miras, hingga potensi bencana.
“Pembentukan relawan akan menyesuaikan kebutuhan serta kondisi lapangan di masing-masing wilayah,” tambah Sahrul.
Program “Jaga Sula” sendiri dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu sosialisasi lintas sektor, penguatan Siskamling di empat desa pilot project, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami siapkan modelnya dulu. Jika berhasil, baru kita tawarkan kepada pemerintah untuk dijalankan secara lebih luas,” pungkasnya.






