Terduga Pelaku Berkilah, tapi Akui Mabuk Saat Penganiayaan Siswi di Bawah Umur

- Jurnalis

Rabu, 29 Januari 2025 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

MARASAI.iD – HK alias Herman, seorang pemuda dari Desa Bega, Kecamatan Sulabesi Tengah, akhirnya buka suara terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang siswi di bawah umur. Namun, bukannya mengakui perbuatannya, ia justru berkelit dan memberikan alasan yang terkesan mengaburkan fakta.

Dalam keterangannya, Herman membantah telah melakukan pemukulan terhadap korban. Ironisnya, di saat yang sama, ia mengakui bahwa dirinya dalam keadaan mabuk saat kejadian berlangsung.

“Malam itu, bertepatan dengan acara pesta ronggeng. Saya sendiri tidak tahu kalau saya sedang memukul korban. Kalau pun saya memukul, pasti saya tahu alasannya, apalagi itu anak didikan atlet voli,” ujarnya kepada MARASAI.id, Rabu (29/1/2025).

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Tidore Hadiri Ramah Tamah Bersama Kejati Maluku Utara yang Baru

Pernyataan Herman justru semakin menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut keesokan harinya setelah ayah korban datang menegurnya.

“Saya baru tahu setelah ayah korban bilang kalau saya telah memukul anaknya. Saya kaget, tapi saya benar-benar tidak tahu,” kilahnya.

Lebih lanjut, saat ditanya apakah dirinya juga berusaha mencekik leher seorang saksi, Herman kembali membantah. Namun, ia tak bisa mengelak ketika ditanya soal konsumsi minuman keras.

Baca Juga :  Pemkab Kepulauan Sula Gelar Upacara HUT ke-80 RI di Istana Daerah

“Saya memang mengkonsumsi minuman keras, saya tidak menyangkal itu. Saya tidak lari dari kenyataan. Tapi ada yang bilang saya mencekik saksi, sedangkan memukul saja saya tidak tahu, apalagi mencekik leher,” dalihnya.

Meski terus mengelak, Herman mengklaim siap menghadapi proses hukum yang berjalan.

“Saya siap mengikuti proses ini lebih lanjut. Saya tidak lari,” tutupnya.

Berita Terkait

Polresta Tidore Bongkar Jaringan Ganja, Dua Pelaku Ditangkap di Lokasi Berbeda
Modus Baru Penyelundupan Miras Terbongkar di Pelabuhan Tokici, Satu Pelaku Diamankan
Kapolda Maluku Utara Buka Puasa Bersama Insan Pers, Tekankan Sinergitas Jaga Stabilitas Kamtibmas
Kapolda Maluku Utara Buka Puasa Bersama dan  Santuni Anak Yatim dan Santri
Satgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat Kie Raha 2026 Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas di Sofifi
Wartawan Ternate Cabut Laporan terhadap Bos Malut United Oknum Suporter Tetap diproses
Respons Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak, Polresta Tidore Digganjar Penghargaan TRC PPA Indonesia
Bupati Haltim Teken MoU Pidana Kerja Sosial, Kabupaten Halmahera Timur Siap Terapkan Hukuman Humanis Pengganti Penjara
Berita ini 481 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 07:46 WIB

Polresta Tidore Bongkar Jaringan Ganja, Dua Pelaku Ditangkap di Lokasi Berbeda

Kamis, 2 April 2026 - 18:01 WIB

Modus Baru Penyelundupan Miras Terbongkar di Pelabuhan Tokici, Satu Pelaku Diamankan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:45 WIB

Kapolda Maluku Utara Buka Puasa Bersama Insan Pers, Tekankan Sinergitas Jaga Stabilitas Kamtibmas

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:15 WIB

Kapolda Maluku Utara Buka Puasa Bersama dan  Santuni Anak Yatim dan Santri

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:28 WIB

Satgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat Kie Raha 2026 Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas di Sofifi

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:01 WIB

Wartawan Ternate Cabut Laporan terhadap Bos Malut United Oknum Suporter Tetap diproses

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:27 WIB

Respons Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak, Polresta Tidore Digganjar Penghargaan TRC PPA Indonesia

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:58 WIB

Bupati Haltim Teken MoU Pidana Kerja Sosial, Kabupaten Halmahera Timur Siap Terapkan Hukuman Humanis Pengganti Penjara

Berita Terbaru