MARASAI.iD – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kepulauan Sula, Salma Gailea, memberikan klarifikasi terkait dugaan penganiayaan terhadap EY alias Erna, istri dari sopir pribadinya. Menurut Salma, kejadian tersebut terjadi akibat adanya sebab dan akibat yang memicu insiden itu.
Salma menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula pada Kamis malam (16/1/2025) di rumahnya yang berlokasi di Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, sekitar waktu Magrib. Saat itu, Erna datang menanyakan alasan suaminya tidak pulang selama satu hari penuh.
“Saya sudah meminta maaf dan menjelaskan secara baik-baik bahwa suaminya tidak pulang karena saya membutuhkan bantuannya untuk pekerjaan plafon rumah, apalagi ada keluarga yang dirawat di rumah sakit. Kebetulan saya juga sering memiliki tugas di luar jam kantor,” ujar Salma kepada wartawan pada Senin (20/1/2025).
Namun, meskipun sudah dijelaskan, Salma mengungkapkan bahwa Erna terus berdebat hingga menyerang privasi dirinya, yang akhirnya memicu insiden tersebut.
“Saya sudah memintanya pulang secara baik-baik, tetapi dia tetap ngotot dan tidak terima. Sebagai manusia biasa, saya juga punya batas kesabaran. Tindakan itu terjadi spontan karena privasi saya diserang. Kalau hal itu tidak dilakukan, saya tidak akan mengambil langkah seperti itu,” ungkapnya.
Salma juga menepis isu miring terkait dugaan hubungan asmara dengan sopirnya. Ia menegaskan bahwa hubungannya dengan sopir hanya sebatas pekerjaan.
“Kalau ada yang mencurigai saya punya hubungan asmara dengan sopir, itu fitnah. Saya dan sopir tidak ada hubungan apa-apa. Kami sangat jauh berbeda, seperti langit dan bumi,” tegasnya.
Ia pun mengancam akan menempuh jalur hukum jika tidak ada itikad baik dari pihak Erna atas dugaan pencemaran privasi tersebut.
“Nanti kita lihat. Kalau tidak ada itikad baik, saya akan melaporkan kasus ini ke Polres Kepulauan Sula,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Erna belum memberikan tanggapan saat dihubungi melalui WhatsApp.






