Kunjungan Menkes Jadi Titik Awal Perbaikan Layanan Kesehatan di Kepulauan Sula

- Jurnalis

Kamis, 17 Juli 2025 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin didampingi Wakil Gubernur Malut, Sarbin Sehe dan Bupati Kepulauan Sula melakukan kunjungan ke polik klinik.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin didampingi Wakil Gubernur Malut, Sarbin Sehe dan Bupati Kepulauan Sula melakukan kunjungan ke polik klinik.

SANANA, MARASAI.ID – Kunjungan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, ke Kabupaten Kepulauan Sula, Rabu (16/7/2025), tidak hanya sekadar menghadiri seremoni peletakan batu pertama pembangunan RSUD Sanana, namun juga menjadi barometer keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah.

Setibanya di Bandara Emalamo sekitar pukul 08.00 WIT, Menkes beserta rombongan tidak langsung menuju lokasi kegiatan. Ia lebih dahulu mengunjungi poliklinik, menjenguk pasien, serta mengecek ketersediaan fasilitas kesehatan dan tenaga medis di RSUD Sanana yang masih terbatas.

Menkes didampingi langsung oleh Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus, dan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe. Kunjungan ini disebut menjadi titik awal peningkatan layanan kesehatan sekaligus penguatan SDM kesehatan lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Fifian menegaskan bahwa pembangunan RSUD Sanana adalah program prioritas yang bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur Malut Jelaskan Alasan Pembangunan Jalan di Taliabu Belum Dilaksanakan

“Saya harap kehadiran rumah sakit ini akan memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas, tanpa perlu dirujuk ke luar daerah,” ujar Bupati perempuan pertama di Maluku Utara itu.

Ia juga berharap rumah sakit tersebut mampu meningkatkan kualitas SDM tenaga kesehatan, membuka lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Fifian pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tenaga medis, untuk bersama-sama mendukung pembangunan ini.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sarbin Sehe memberikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Sula atas langkah besar yang telah diambil di awal masa kepemimpinan mereka.

“Peningkatan infrastruktur kesehatan, SDM medis, hingga kesejahteraan tenaga profesional akan terus menjadi fokus kami di tingkat provinsi,” tegasnya.

Baca Juga :  Hadiri Rakornas Ketenagakerjaan, Kadis Marwan Bawa Pulang Sejumlah Program

Sarbin juga meminta agar Kementerian Kesehatan memberi prioritas pada usulan pembangunan fasilitas kesehatan dari pemerintah daerah, sejalan dengan visi Presiden melalui Asta Cita poin keempat.

Menanggapi hal itu, Menkes Budi Gunadi menyampaikan komitmennya untuk mendukung penguatan sistem kesehatan di Kepulauan Sula. Ia menekankan pentingnya master plan yang jelas, penguatan regulasi daerah, dan pemanfaatan tenaga medis lokal. Menkes

“Kalau ada orang Sula yang sakit, harus bisa sembuh di Sula. Tidak perlu dirujuk ke Ambon, Ternate, apalagi Jakarta,” tegas Menkes.

Ia menyebut lima penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah stroke, jantung, kanker, ginjal, serta komplikasi ibu dan anak. Oleh karena itu, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, semua kebutuhan alat kesehatan harus dipenuhi agar penanganan bisa dilakukan secara tuntas di daerah.

Berita Terkait

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan
80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel
Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026
UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi
21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis
Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat
Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar
Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah
Berita ini 148 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:17 WIB

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:00 WIB

80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:32 WIB

Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:45 WIB

UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48 WIB

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis

Jumat, 6 Februari 2026 - 02:18 WIB

Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:56 WIB

Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:17 WIB

Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah

Berita Terbaru